Generasi muda yang terjepit dalam posisi sandwich generation memikul beban ganda, yaitu mencukupi kebutuhan orang tua sekaligus menyiapkan masa depan pribadi. Di tengah himpitan tanggung jawab ini, proteksi finansial menjadi instrumen krusial untuk mengantisipasi risiko yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi keluarga.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengungkapkan bahwa membantu orang tua dan keluarga merupakan wujud kepedulian yang patut dijalankan dengan tulus. Dalam kacamata syariah, menyokong keluarga dekat juga bernilai ibadah yang sangat tinggi.
"Kalau kita memberikan kepada keluarga dekat, itu juga merupakan sedekah. Bahkan, sedekah kepada keluarga dekat itu nilainya lebih," ujar Vivin.
Vivin menjelaskan, bantuan finansial untuk keluarga dekat sebaiknya tidak dipandang semata sebagai beban, melainkan bentuk amal. Namun, niat mulia ini tetap harus diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang agar seseorang memiliki jaring pengaman saat diterpa situasi tak terduga.
Advertisement
Asuransi Sebagai Jaring Pengaman
Asuransi dapat menjadi salah satu bantalan untuk meredam dampak finansial dari risiko yang muncul. Meski begitu, Vivin menegaskan bahwa proteksi bukan untuk menggantikan kehadiran seseorang saat keluarga dilanda musibah, melainkan membantu meringankan beban biaya yang timbul.
Kabar baiknya, kesadaran anak muda terhadap perencanaan keuangan terbilang makin meningkat, terutama saat mulai memasuki fase kehidupan baru seperti pernikahan.
Menurut Vivin, tata kelola keuangan yang ideal perlu dilihat sebagai sebuah ekosistem utuh yang mencakup tabungan, investasi, dan proteksi. Ketiganya memiliki peran berbeda dan wajib disesuaikan dengan kapasitas dompet masing-masing.
Advertisement
Porsi Angka Spesifik
Kendati demikian, Vivin tidak membeberkan angka spesifik mengenai porsi nasabah Gen Z di Prudential Syariah. Meningkatnya kesadaran anak muda akan proteksi tentu tidak serta-merta mencerminkan lonjakan jumlah nasabah dari kelompok usia tersebut.
Pada akhirnya, proteksi finansial bukanlah satu-satunya obat mujarab bagi tantangan sandwich generation. Perencanaan anggaran yang realistis, komunikasi yang jujur di dalam keluarga, serta pemahaman atas batas kemampuan finansial tetap menjadi kunci utama agar kebutuhan hari ini dan target masa depan bisa berjalan seimbang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374803/original/080261400_1792069220-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_16.22.30__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375637/original/079691400_1792199793-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_22.39.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304174/original/054290200_1784709035-pexels-tima-miroshnichenko-6694543.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374563/original/076504500_1792055183-IMG_8599.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4379579/original/095961400_1680323435-WhatsApp_Image_2023-03-30_at_18.29.46.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375596/original/034833000_1792163701-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_22.03.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)