Darmawan Prasodjo mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menetapkan Suroso Isnandar sebagai penggantinya.
Selama memimpin perusahaan setrum nasional, Darmawan dikenal melalui upaya transformasi perusahaan. Sebelum terjun penuh ke sektor energi, ia memiliki latar belakang akademik dan penelitian di Amerika Serikat yang menjadi modal penting dalam kariernya.
Komisaris Independen PLN Andi Arief mengonfirmasi pergantian tersebut kepada Liputan6.com. "Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso," kata Andi Arief kepada Liputan6.com, Rabu (14/10/2026).
Andi Arief juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi Darmawan selama memimpin PLN. "Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan," ujarnya.
Advertisement
Jejak Pendidikan dan Awal Karier
Darmawan lahir di Magelang pada 19 Oktober 1970. Prestasi akademiknya terlihat sejak bangku SMA; ia tercatat sebagai salah satu dari 20 lulusan terbaik SMA Negeri 1 Magelang.
Pada 1989, Darmawan mendapat beasiswa dari Menteri Riset dan Teknologi saat itu, B.J. Habibie, untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan sarjana, magister, hingga doktor di Texas A&M University.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Darmawan berkarier sebagai konsultan sekaligus peneliti di Amerika Serikat selama sekitar 15 tahun hingga 2012. Pengalaman riset dan konsultansi itu kemudian menjadi modal sebelum ia kembali ke Indonesia untuk terlibat dalam ekonomi hijau dan kebijakan publik.
Advertisement
Perjalanan Karier dari Pemerintahan hingga Kepemimpinan PLN
Setelah kembali ke Indonesia, Darmawan meniti karier di sejumlah lembaga. Pada 2012 an 2013, ia menjabat sebagai direktur di Indonesia Center for Green Economy dan kepala jurusan pada program studi Green Economy di Surya University.
Ia juga terlibat di level internasional dan swasta: Darmawan menjadi Co-chair Post-2015 Millennium Development Goals pada 2013 an 2014 serta menjabat Presiden Komisaris Amesti Energi Nusantara. Pada November 2014, ia bergabung dengan Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri.
Pada 2015 tau 2019, Darmawan diangkat sebagai Deputi I Bidang Pengendalian Pembangunan, Monitoring, dan Evaluasi Program Prioritas di Kantor Staf Presiden untuk periode 2015019. Pada periode itu ia sempat mendapat peluang menjadi anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu untuk mengisi posisi Puan Maharani, namun memilih melanjutkan tugas di Kantor Staf Presiden.
Kariernya di PLN berlanjut setelah menjadi Komisaris PLN pada 2018019 dan kemudian diangkat sebagai Wakil Direktur Utama PLN berdasarkan keputusan Menteri BUMN pada 23 Desember 2019.
Sekitar dua tahun setelah menjabat sebagai wakil direktur utama, Darmawan dipercaya memimpin PLN sebagai direktur utama dan memegang tanggung jawab mengelola perusahaan sekaligus mendorong transformasi di sektor ketenagalistrikan.
Pergantian kepemimpinan ini menandai berakhirnya masa tugas Darmawan sebagai Dirut PLN. Berdasarkan keterangan pihak manajemen, tidak ada perubahan lain dalam jajaran direksi selain pergantian posisi direktur utama, dan Suroso Isnandar untuk sementara masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga ditetapkan penggantinya.