Kabar duka datang dari dunia bisnis dan kecantikan Indonesia. Pendiri produsen kosmetik Sariayu, Martha Tilaar, meninggal dunia pada usia 89 tahun. Pengumuman kabar duka itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @sariayu_mt, Kamis (14/10/2026).
Unggahan tersebut menampilkan foto pendiri Sariayu dan ucapan duka cita dari keluarga besar kelompok usaha yang dibangunnya.
"Segenap keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya pendiri dan panutan kami," tulis akun Instagram @sariayu_mt, Kamis (14/10/2026).
"Dedikasi, karya dan semangat beliau dalam memajukan kecantikan serta warisan Nusantara akan terus hidup dan menginspirasi kita selamanya. Terima kasih atas segenap pengabdian dan teladan bagi Indonesia," tulis akun Instagram @sariayu_mt, Kamis (14/10/2026).
Menurut pengumuman tersebut, jenazah Martha Tilaar disemayamkan di rumah keluarga di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Martha Tilaar lahir pada 4 September 1937 dan meninggal pada 14 Oktober 2026. Ia meninggalkan empat anak, yakni Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Maharani Tilaar, dan Kilala Ezra Tilaar.
Mengutip laman marthatilaargroup.com, Martha Tilaar meraih pendidikan ilmu sejarah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada 1963. Ia kemudian melanjutkan studi budaya kecantikan di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat, pada 1968, dan memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Tucson, Arizona, Amerika Serikat pada 1984.
Selain dikenal sebagai pendiri grup yang menelurkan merek Sariayu, Martha Tilaar tercatat menjabat sebagai Komisaris PT Martina Bertho Tbk (MBTO) sejak 2005. Sepanjang hidupnya, ia menerima sejumlah penghargaan, antara lain Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards (2008); Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT (2012); Ganesa Widya Jasa Utama dari Institut Teknologi Bandung (2012); Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia (2016); The Outstanding Contribution 2000–2010 dari United Nations Global Compact (2010); serta SDG Pioneer 2018 dari United Nations Global Compact (2018).
Di luar kiprahnya sebagai pengusaha, Martha Tilaar dikenal aktif dalam pelestarian budaya, pengembangan pengetahuan herbal Indonesia, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan. Melalui karya tulis dan berbagai kegiatan, ia berupaya mewariskan pengetahuan dan menginspirasi generasi penerus, khususnya perempuan Indonesia.
Advertisement
Jejak Pendirian dan Perkembangan Usaha Kecantikan
Perempuan kelahiran Kebumen itu memulai usahanya dari garasi rumah orangtua di Menteng, Jakarta Pusat. Dari modal salon kecil, berkembanglah yang kemudian dikenal sebagai Martha Tilaar Group, yang mencakup sejumlah entitas usaha seperti PT Martina Berto (perusahaan pemasaran dan produksi), PT Cedefindo (produksi dan maklon), PT Martha Beauty Gallery (sekolah dan pendidikan kecantikan Puspita Martha International School), PT Cantika Puspa Pesona (jasa spa dan salon termasuk waralaba), PT Creative Style Mandiri (agensi periklanan), dan PT Kreasi Boga Primatama (penyedia tenaga kerja).
Martha Tilaar memulai usaha grup pada 1970 dengan membuka salon kecantikan bernama Martha di kediaman orangtuanya di Jalan Kusuma Atmaja Nomor 47, Menteng, Jakarta Pusat. Dua tahun kemudian, pada 1972, ia membuka salon kedua, Martha Griya Salon, juga di Menteng; di salon inilah ia pertama kali menerapkan perawatan tradisional berbasis tanaman herbal sebagai dasar layanan kecantikan dan mulai merintis bisnis produk kecantikan.
Pada 1977, Martha Tilaar bersama Bernard Pranata (alm) dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, PT Martina Berto bekerja sama dengan Theresia Harsini Setiady, pendiri Kalbe Group, untuk meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern, yang menjadi tonggak penting pengembangan bisnis kosmetik perusahaan.
Untuk memperbesar kapasitas produksi, PT Martina Berto mendirikan pabrik pertama di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, pada 1981. Dua tahun kemudian, perusahaan menambah pabrik kedua di lokasi yang sama sebagai bagian dari ekspansi produksi.