Dikerjakan Ibu Rumah Tangga, Kerajinan Asal Kebumen Laris Manis di 8 Negara

Kampung Anyaman asal Kebumen melibatkan sekitar 300 perajin perempuan di lima desa untuk memproduksi kerajinan berbahan serat alam. Sejak berdiri pada 2019, produknya berkembang dari anyaman pandan menjadi tas, topi, hingga aksesori yang dipasarkan ke sejumlah negara.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Dikerjakan Ibu Rumah Tangga, Kerajinan Asal Kebumen Laris Manis di 8 Negara
Booth UMKM Kabupaten Kebumen pada acara INACRAFT Oktober 2026.

Kerajinan anyaman pandan asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tak hanya bertahan sebagai produk tradisional. Melalui inovasi produk dan perluasan pasar, kerajinan ini telah menembus sejumlah negara sekaligus membuka peluang ekonomi bagi sekitar 300 perajin perempuan di lima desa.

Owner UMKM Kampung Anyaman, Danang, mengatakan para perajin tersebut tersebar di Desa Grenggeng, Wonorejo, Karangayam, Penimbun, dan Pohkumbang, Kabupaten Kebumen. Mereka mengerjakan berbagai produk anyaman dari rumah masing-masing.

"Kita memang berbasis dengan ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar lingkungan kami," ujar Danang saat ditemui di pameran INACRAFT di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Menurut Danang, setiap perajin rata-rata mampu menghasilkan sekitar 50–100 produk per minggu. Jumlah tersebut bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan produk yang dikerjakan.

Untuk menjaga kualitas produksi, Kampung Anyaman membagi perajin berdasarkan keahlian masing-masing. Ada perajin yang khusus mengerjakan topi, tas, atau lembaran anyaman, sementara sebagian lainnya mampu membuat berbagai jenis produk.

Hasil anyaman tersebut kemudian dikirim ke workshop untuk menjalani proses lanjutan, termasuk pengemasan dan penggabungan dengan material lain sesuai kebutuhan pesanan.

Produk Anyaman Kebumen Tembus Pasar Internasional

Produk anayaman pandan asala Kebumen.
Produk anayaman pandan asala Kebumen.

Kampung Anyaman mulai berdiri pada 2019. Seiring perkembangan usaha, Danang mengatakan pemasaran yang sebelumnya berfokus pada pasar domestik kini telah menjangkau pasar internasional.

Sejumlah negara yang menjadi tujuan pemasaran produknya antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, Belgia, Prancis, Abu Dhabi, Hong Kong, dan Selandia Baru.

Produk yang diminati pun berbeda di setiap negara. Pembeli dari Prancis, misalnya, lebih banyak memesan berbagai model topi anyaman. Sementara itu, pasar Belgia lebih banyak membutuhkan tas, sedangkan Malaysia memesan suvenir seperti tag koper dan dompet.

Di pasar domestik, pesanan yang banyak diterima berupa perlengkapan hotel, seperti sandal kamar, coaster, dan keranjang.

Danang mengatakan pemasaran dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk situs web, media sosial, dan marketplace. Sistem produksi juga banyak mengandalkan pesanan atau pre-order, termasuk pesanan dalam jumlah besar dari perusahaan.

Berdayakan Ibu Rumah Tangga dan Perajin Disabilitas

Perajin anyaman pandan Kebumen.
Perajin anyaman pandan Kebumen.

Selain mengembangkan pasar, Kampung Anyaman turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi produksi. Sistem pengerjaan dari rumah memungkinkan para perajin menyesuaikan waktu kerja dengan aktivitas sehari-hari.

Danang mengatakan sebagian perajin merupakan ibu rumah tangga dan single mom yang membutuhkan tambahan penghasilan. Kelompok tersebut juga memiliki seorang perajin tunanetra yang tetap mampu menganyam dengan mengandalkan sentuhan tangan.

Menurutnya, pengembangan usaha ini diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus menjaga keberlanjutan keterampilan menganyam.

"Harapan kami juga ini jadi bagian dari peningkatan kemandirian ekonomi yang ada di desa," kata Danang.

Melalui INACRAFT yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di JICC, Kampung Anyaman membawa produk kerajinan berbahan serat alam untuk memperkenalkan potensi kerajinan Kebumen kepada pasar yang lebih luas.

Rekomendasi