Gowa, Sulawesi Selatan – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, memberikan instruksi tegas kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa. Instruksi ini bertujuan untuk melakukan intervensi aktif dalam upaya Pengendalian Inflasi Gowa, memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh warga.
Langkah strategis ini diambil mengingat potensi peningkatan konsumsi masyarakat yang signifikan menjelang hari raya keagamaan. Pemerintah Kabupaten Gowa berkomitmen penuh untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan.
Fokus utama dari instruksi ini adalah menjamin bahwa setiap keluarga di Gowa dapat menjalani Ramadan dengan tenang. Tidak ada kekhawatiran akan harga pangan yang tidak terkendali, sehingga kebutuhan sahur dan berbuka dapat terpenuhi dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Stabilitas Harga Jelang Ramadan
Bupati Husniah Talenrang menekankan bahwa inflasi bukanlah sekadar angka statistik bagi pemerintah, melainkan cerminan langsung dari kondisi ekonomi rumah tangga. Stabilitas harga pangan menjadi krusial, terutama bagi para ibu rumah tangga yang bertanggung jawab penuh atas kebutuhan dapur keluarga.
“Inflasi bagi pemerintah mungkin hanya angka, tetapi bagi masyarakat adalah tentang apakah mereka bisa menyajikan makanan yang layak untuk sahur dan berbuka. Pemerintah harus hadir memastikan tidak ada keluarga di Gowa yang cemas menghadapi Ramadhan hanya karena harga pangan yang tidak terkendali,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan empati pemerintah terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.
Meskipun data per November 2025 menunjukkan inflasi Kabupaten Gowa berada di angka 2,69 persen (year to date), lebih rendah dari rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Gowa mengingatkan agar jajaran pemerintah tidak lengah. Potensi peningkatan konsumsi jelang Ramadan dan Idul Fitri menuntut kewaspadaan tinggi.
Advertisement
Advertisement
Strategi Konkret Pengendalian Inflasi Gowa
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Bupati Gowa menginstruksikan penerapan strategi 4K yang komprehensif. Strategi ini meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada publik.
Beberapa langkah konkret yang ditekankan antara lain pelaksanaan operasi pasar dan pangan murah di wilayah yang rawan inflasi. Selain itu, pengawasan ketat terhadap gudang dan distributor akan dilakukan guna mencegah praktik penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga.
Antisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius, memastikan pasokan tetap lancar. Penyatuan data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting agar setiap kebijakan yang diambil dalam Pengendalian Inflasi Gowa dapat tepat sasaran dan efektif.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Efektivitas
Bupati Husniah juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya Pengendalian Inflasi Gowa. Kolaborasi antara TPID, OPD terkait, aparat keamanan, hingga pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan dampak yang maksimal.
Sinergi ini bertujuan agar upaya pengendalian inflasi tidak hanya berhasil di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. “Saya ingin masyarakat Gowa menjalani Ramadan dengan hati damai. Damai karena harga terjangkau, pasokan tersedia, dan mereka tahu pemerintahnya benar-benar hadir mengurus kebutuhan mereka,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, melaporkan bahwa High-Level Meeting (HLM) ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran inflasi yang jelas. HLM ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan, perkiraan produksi, harga, dan kelancaran distribusi komoditas bahan pangan, serta menemukan solusi apabila terjadi kondisi yang mengganggu ketersediaan bahan pokok penting menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews