Perusahaan Energi RI Tegaskan Komitmen NZE di WEF Davos, Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

Perusahaan energi terkemuka Indonesia kembali tegaskan Komitmen NZE Perusahaan Energi RI dalam forum WEF Davos, Swiss. Simak strategi transisi energi berkelanjutan yang diusung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perusahaan Energi RI Tegaskan Komitmen NZE di WEF Davos, Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
Perusahaan energi terkemuka Indonesia kembali tegaskan Komitmen NZE Perusahaan Energi RI dalam forum WEF Davos, Swiss. Simak strategi transisi energi berkelanjutan yang diusung. (AntaraNews)

Perusahaan-perusahaan energi terkemuka di Indonesia kembali menegaskan komitmen kuat mereka dalam mendukung pencapaian target emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE). Penegasan ini disampaikan dalam sebuah sesi panel diskusi penting yang berlangsung di Paviliun Indonesia, World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, pada Rabu (21/1) lalu.

Komitmen ini berfokus pada implementasi strategi transisi energi yang berkelanjutan, mencakup pengembangan energi rendah karbon dan penguatan portofolio energi bersih. Langkah ini menjadi bagian integral dari upaya nasional untuk mencapai target NZE 2060, sekaligus menjaga ketahanan dan keterjangkauan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Diskusi bertajuk "Powering the Future: Indonesia’s Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition" tersebut menghadirkan para pemimpin industri energi nasional. Mereka memaparkan berbagai inisiatif dan rencana strategis yang akan dijalankan guna mengakselerasi transisi menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Peran Pertamina dalam Transformasi Energi Nasional

PT Pertamina (Persero), sebagai perusahaan energi milik negara, memegang peran strategis sebagai motor penggerak utama transformasi energi nasional. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa perseroan berfokus pada pengembangan energi rendah karbon. Ini termasuk penguatan portofolio energi bersih serta pemanfaatan teknologi inovatif seperti bioenergi, panas bumi, dan penangkapan karbon.

Simon Aloysius Mantiri juga mengungkapkan bahwa Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy. Strategi ini dirancang untuk memaksimalkan bisnis yang sudah ada sambil terus meningkatkan produksi di sektor hulu yang masih memiliki potensi besar. Langkah ini memastikan bahwa transisi energi tidak mengganggu pasokan energi nasional.

“Sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon, salah satunya melalui pembangunan ekosistem biofuel, di mana Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program biodiesel B40,” kata Simon. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam memimpin pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Investasi Global dan Kepastian Kebijakan Transisi Energi

Selain Pertamina, perusahaan energi swasta juga aktif berkontribusi dalam upaya transisi energi. Presiden Direktur RGE Indonesia Bernard Riedo menyatakan bahwa pihaknya terus mengembangkan proyek energi rendah karbon. Upaya ini termasuk melalui investasi global yang secara khusus berorientasi pada sumber energi bersih.

Bernard Riedo mencontohkan rencana pengembangan gas alam cair (LNG) di Kanada yang didukung oleh pasokan listrik dari pembangkit hidro. “Ini menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, setelah konstruksi selesai, proyek tersebut dapat diklaim sebagai rencana energi net zero karena sumber energinya berasal dari listrik hidro,” ujarnya. Ini menunjukkan bagaimana investasi strategis dapat mendukung tujuan NZE.

Sementara itu, Presiden Direktur Indika Energy Azis Armand menekankan pentingnya kepastian kebijakan serta pendekatan transisi energi yang rasional. Hal ini krusial agar investasi berkelanjutan dapat tumbuh pesat dan teknologi rendah karbon dapat diadopsi secara luas di seluruh sektor industri. Kepastian regulasi menjadi fondasi utama bagi keberhasilan transisi ini.

“Dalam proses transisi tingkat korporasi, prioritas utama kami menjaga keamanan energi dan ketahanan bisnis. Setiap langkah transisi harus masuk akal secara ekonomi dan finansial, serta memperkuat keamanan energi dan resiliensi usaha. Dalam konteks Indika Energy, transisi energi harus memperkuat platform bisnis agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan tetap layak secara finansial,” kata Azis. Pendekatan ini memastikan bahwa transisi energi tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis.

Target Nasional dan Tantangan Transisi Energi

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025. Target ini merupakan bagian integral dari komitmen nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mencapai NZE pada tahun 2060. Pencapaian target ini memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Meskipun komitmen dari berbagai pihak sudah kuat, implementasi transisi energi menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi kebutuhan investasi besar, pengembangan teknologi yang efisien, serta memastikan akses energi yang adil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Diperlukan inovasi dan dukungan kebijakan yang konsisten untuk mengatasi hambatan ini.

Dengan sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta, Indonesia optimis dapat mencapai target NZE. Upaya ini tidak hanya akan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global, tetapi juga akan menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi