Tahukah Anda? Bulog Aceh Salurkan 3.332 Ton Beras SPHP Melalui 304 Penyalur, Stok Aman Hingga 2026!

Perum Bulog Aceh optimalkan 304 penyalur untuk distribusi Beras SPHP, pastikan harga terjangkau dan stok aman hingga 2026. Bagaimana strategi ini menekan inflasi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Bulog Aceh Salurkan 3.332 Ton Beras SPHP Melalui 304 Penyalur, Stok Aman Hingga 2026!
Perum Bulog Aceh optimalkan 304 penyalur untuk distribusi Beras SPHP, pastikan harga terjangkau dan stok aman hingga 2026. Bagaimana strategi ini menekan inflasi? (Merdeka.com)

Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh secara masif mengoptimalkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebanyak 304 penyalur resmi dikerahkan di seluruh provinsi Aceh untuk memastikan ketersediaan. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, menyatakan bahwa kerja sama dilakukan dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Para mitra pedagang ini menjual beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi.

Hingga akhir Agustus 2025, total penyaluran beras SPHP di Aceh telah mencapai 3.332 ton. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir, sebab cadangan beras Bulog Aceh mencukupi hingga Mei 2026. Program ini juga tidak mengganggu harga gabah petani lokal.

Strategi Penyaluran Beras SPHP di Aceh

Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh menerapkan strategi komprehensif dalam menyalurkan beras SPHP. Sebanyak 304 penyalur resmi di seluruh Aceh dioptimalkan untuk memastikan jangkauan distribusi yang luas. Ini termasuk kerja sama erat dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam setiap tahapannya.

Para pedagang beras yang menjadi mitra Bulog ini berkomitmen menjual beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Penetapan HET sebesar Rp13.100 per kilogram bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Dengan demikian, harga beras terjangkau dapat dinikmati oleh konsumen akhir.

Distribusi beras SPHP juga diperluas melalui berbagai kanal. Ini mencakup pedagang eceran di pasar tradisional, outlet binaan pemerintah dan BUMN, Rumah Pangan Kita (RPK), serta koperasi instansi pemerintah. Gerakan Pangan Murah (GPM) juga menjadi salah satu sarana efektif penyaluran.

Dampak dan Keberlanjutan Program SPHP

Penyaluran beras SPHP merupakan instrumen penting pemerintah dalam menekan laju inflasi. Program ini secara langsung berkontribusi menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan. Ketersediaan beras dengan harga stabil menjadi kunci utama.

Hingga akhir Agustus 2025, Bulog Aceh telah menyalurkan 3.332 ton beras SPHP. Angka ini menunjukkan komitmen serius dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Koordinasi intensif dengan Dinas Pangan serta aparat keamanan terus dilakukan untuk kelancaran distribusi.

Masyarakat di Aceh diimbau untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan stok beras. Bulog Aceh memastikan cadangan beras di gudang mencukupi kebutuhan hingga Mei 2026. Ketersediaan beras yang aman ini memberikan jaminan pasokan jangka panjang.

Selain itu, program SPHP juga dirancang agar tidak mengganggu harga gabah petani lokal. Bulog tetap melakukan pembelian gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg saat panen gadu. Ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani di Aceh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi