Erick Thohir Ingat Pesan Megawati: Jangan Jadikan BUMN Pusat Korupsi & Banyak Utang

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, bahwa untuk mengelola lembaga BUMN pihaknya masih mengingat pesan dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, bahwa BUMN harus menjadi benteng ekonomi secara nasional bukan menjadi pusatnya korupsi.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Erick Thohir Ingat Pesan Megawati: Jangan Jadikan BUMN Pusat Korupsi & Banyak Utang
Menteri BUMN Erick Thohir Tinjau KEK Sanur. ©2023 Merdeka.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, bahwa untuk mengelola lembaga BUMN pihaknya masih mengingat pesan dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, bahwa BUMN harus menjadi benteng ekonomi secara nasional bukan menjadi pusatnya korupsi.

"Ibu (Megawati) menitipkan, kembali saya ulang bahwa jangan sampai BUMN ini justru tidak menjadi benteng nasional secara ekonomi. Justru BUMN ini jadi pusatnya korupsi, utangnya banyak," kata Menteri Erick, saat saat memberikan paparan progres pembangunan KEK Sanur, Bali, pada Senin (16/1).

"Seperti kalau gurita kata ibu (Megawati), saya ingat sekali bahwa gurita yang sehat seperti apa, waktu itu ibu nanya saya. Saya bilang saya tidak tau, lalu ibu menyampaikan waktu itu bahwa bukan yang kakinya banyak karena kepalanya kecil itu. Justru (gurita) yang sehat itu kepalanya besar, kakinya sedikit," imbuhnya.

Menteri Erick, juga memaparkan keberhasilan BUMN selama dirinya mengolahnya bahwa keuntungan BUMN sudah mencapai Rp 125 triliun, meningkat dari capaian saat Erick Thohir diangkat menjadi Menteri BUMN sebesar Rp13 triliun.

"Nah, Insyaallah di akhir tahun ini juga kurang lebih bisa sampai di atas Rp 200 triliun. Dan kontribusi kita kepada negara tiga tahun terakhir pada saat Covid-19 ini Rp 1.198 triliun, Rp 68 triliun lebih tinggi sebelum Covid-19," jelasnya.

Dia pun akan terus menjaga utang dari perusahaan BUMN. Sehingga, meski masih ada utang tetapi utang pendapatan ketimbang utang lebih besar pendapatan BUMN.

"Jadi memang kita jaga, dan kalau dibilang utang-utang, kalau dunia usaha biasanya utangnya 70 persen modalnya 30 persen. Sekarang kita lihat total utang BUMN dibandingkan modal disetor itu utangnya 34 persen. Jadi kalau ada yang nyerang tidak sehat, ini datanya," ujarnya.

Rekomendasi