Penjualan Pertamax dan Solar Diperkirakan Turun saat Ramadan

Alfian mengatakan, penurunan konsumsi tersebut disebabkan oleh menurunnya operasional truk dan industri jelang Lebaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penjualan Pertamax dan Solar Diperkirakan Turun saat Ramadan
SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

PT Pertamina (Persero) memperkirakan penjualan Pertamax akan mengalami penurunan sebanyak 15 persen ke 18.251 kiloliter (kl) per hari pada saat Ramadan 2022. Tidak hanya Pertamax, penjualan solar juga diperkirakan turun sebanyak 5 persen menjadi 41.452 kl per hari.

"Solar memang turun 5 persen namun ini juga di luar kebiasaan. Biasanya menjelang Lebaran turun 10 persen," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina, Alfian Nasution dalam rapat dengar pendapat dengan DPR, Jakarta, Rabu (6/4).

Alfian mengatakan, penurunan konsumsi tersebut disebabkan oleh menurunnya operasional truk dan industri jelang Lebaran. "Melihat tingginya aktivitas kendaraan atau logistik saat ini, di mana kita telah over 11 persen kami memprediksikan hanya turun 5 persen ketika truk-truk maupun industri tidak beroperasi lagi," jelasnya.

Sementara itu, penggunaan Pertalite akan melonjak saat periode Ramadan dan Idul Fitri. Penjualan Pertalite diperkirakan meningkat sebanyak 11 persen dari 73.180 kl per hari menjadi 81.406 kl per hari.

Alfian menambahkan, secara keseluruhan kondisi pasokan BBM dan LPG saat ini aman. Adapun pasokan Pertalite cukup hingga 16,5 hari, Pertamax hingga 37 hari dan Pertamax Turbo hingga 61 hari. Kemudian, LPG 16,3 hari dan avtur 33 hari.

"Secara umum kondisi stok saat ini adalah aman," tandas dia.

Rekomendasi