Kekayaan Jack Ma semakin bertambah setelah perusahaan fintech miliknya, Ant Group memecahkan rekor penjualannya. Dalam penawaran umum perdana (IPO) ganda yang dilakukan di bursa efek Hong Kong dan Shanghai's Star Market pada Selasa lalu, nilai saham Ant Group naik mendekati angka USD 35 miliar atau Rp513,1 triliun.
Dilansir dari Forbes, saham Ant lalu ditambahkan ke kepemilikan lain yang mencakup Alibaba Group, akan membuat kekayaan Ma sekitar USD 68 miliar atau Rp997,7 triliun. Menjadikan mantan guru bahasa Inggris itu orang terkaya di China sekaligus terkaya ke-12 di dunia setelah salah satu pendiri Google, Sergey Brin.
Selain itu, banyaknya miliarder baru dari daratan utama juga menggarisbawahi kekayaan sumber daya China dan Asia yang sangat besar. China, ekonomi No. 2 dunia, adalah rumah bagi miliarder terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Di antara miliarder China baru yang akan diciptakan melalui harga penawaran Ant adalah CEO Alibaba Group, Daniel Zhang yang saham Ant bernilai USD 1,5 miliar atau Rp22 triliun.
Direktur Ant Group, Lucy Peng adalah pemilik saham individu Ant terbesar setelah Ma dan memiliki USD 5,2 miliar atau Rp76,3 triliun saham. Sementara kepemilikan Pimpinan Ant Group, Eric Jing bernilai USD 3,1 miliar atau Rp45,4 triliun.
Selain itu, perusahaan juga dapat mengumpulkan USD 5,2 miliar lagi jika menggunakan opsi greenshoe (penjatahan berlebih, memungkinkan perusahaan untuk menerbitkan lebih banyak saham dalam IPO ketika permintaan naik), sehingga nilai pasarnya berpotensi menjadi sekitar USD 320 miliar. Hasilnya, nilai Ant akan lebih besar dari JPMorgan Chase & Co. dan empat kali lebih besar dari Goldman Sachs Group Inc.
Advertisement
Ant Group
Sebelumnya, Perusahaan Ant didirikan ketika Alibaba meluncurkan aplikasi pembayaran Alipay pada tahun 2004 sebagai layanan escrow untuk pembeli dan penjual di situs web e-commerce temuan Ma. Lalu pada tahun 2013, Ant diberi kemampuan untuk menabung dan mendapatkan bunga atas saldo yang disimpan di rekening mereka.
Perusahaan kemudian mulai menawarkan kredit kepada bisnis kecil, bercabang dari fokus keuangan konsumennya, dan akhirnya memperluas ke layanan seperti blockchain, komputasi awan, dan kecerdasan buatan. Sejak ikut mendirikan Alibaba dengan Ma, Lucy Peng menjabat dalam berbagai peran. Dia mendirikan departemen sumber daya manusia Alibaba dan, setelah membantu menciptakan Ant, menjadi CEO hingga Jing mengambil alih pada 2016.
Setelah itu, 2 tahun kemudian, Peng menggantikannya sebagai ketua eksekutif perusahaan fintech. Baik Peng dan Jing adalah anggota Kemitraan Alibaba, group beranggotakan 36 orang dengan wewenang untuk menentukan bonus tunai tahunan untuk semua anggota manajemen.
Reporter Magang : Brigitta Belia