Belanja Pemerintah Jadi Tumpuan Tunggal Penyelamatan Ekonomi Hingga Akhir 2020

Chief Economics Danareksa Research Institute, Moekti Prasetiani Soejachmoen, mengungkapkan bantalan ekonomi nasional hingga akhir tahun ialah dari pengeluaran pemerintah. Maka dari itu, dia mendorong adanya peningkatan belanja pemerintah untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Belanja Pemerintah Jadi Tumpuan Tunggal Penyelamatan Ekonomi Hingga Akhir 2020
Pembagian BLT. ©2012 Merdeka.com

Chief Economics Danareksa Research Institute, Moekti Prasetiani Soejachmoen, mengungkapkan bantalan ekonomi nasional hingga akhir tahun ialah dari pengeluaran pemerintah. Maka dari itu, dia mendorong adanya peningkatan belanja pemerintah untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Satu-satunya komponen yang bisa menggenjot PDB adalah belanja pemerintah. Itu sebabnya negara harus melakukan stimulus fiskal dengan melakukan pengeluaran lebih besar dari biasanya," tegasnya dalam webinar bertajuk "Merajut Asa 2021: Vaksin Bikin Makin Yakin", Kamis (15/10).

Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun ini kembali minus. Namun, dia meyakini pertumbuhan yang terjadi akan lebih baik dibandingkan kuartal II lalu yang minus hingga 5,32 persen.

"Sepertinya pada kuartal III ini minus kembali. Tetapi tidak sebesar kuartal II lalu yang pertumbuhan tumbuh negatif 5,32 persen," ujar dia.

Sehingga, sambung Moekti, potensi resesi secata teknis kian dekat. Terlebih beberapa indikator juga menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih dalam kondisi tertekan akibat pandemi Covid-19.

Indikator Perekonomian

Seperti turunnya Purchasing Managers’ Index (PMI) pada September yang hampir empat poin, dari 50,8 pada bulan Agustus, menjadi 47,2. "Padahal, PMI kita sempat ke level 50 yang artinya sudah aman," imbuh dia.

Lalu, semakin maraknya perusahaan melakukan tindakan pemotongan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawainya. Hingga turunnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia selama pandemi berlangsung.

"Hal ini karena situasi ekonomi global dan Indonesia masih penuh ketidakpastian. Kan ekspor dan impor juga masih mengalami pelemahan, belum tumbuh normal," jelasnya.

Rekomendasi