Kemenperin Beberkan Hambatan IKM Fesyen Muslim Maju Saat Wabah Corona

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, industri kecil menengah (IKM) fesyen muslim merupakan salah satu sektor yang terdampak virus corona. Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang dialami IKM fesyen muslim saat ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kemenperin Beberkan Hambatan IKM Fesyen Muslim Maju Saat Wabah Corona
Direktur Jenderal IKM Gati Wibawaningsih. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, industri kecil menengah (IKM) fesyen muslim merupakan salah satu sektor yang terdampak virus corona. Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang dialami IKM fesyen muslim saat ini.

Dia menjelaskan, salah satu hambatan uang dialami IKM fesyen muslim adalah ketersediaan bahan baku dan akses sumber bahan baku, kapasitas produksi yang menurun hingga berhenti sementara, merumahkan sementara pegawai, permintaan pasar menurun, dan kebutuhan modal untuk menggaji karyawan.

"Permasalahan IKM ini tidak main-main kapasitas produksi mereka menurun, dan hampir sebagian industri merumahkan pegawainya karena kapasitasnya menurun maka mereka tidak bisa membeli bahan baku, dan banyak yang alih produksi masker," kata Gati dalam acara Launching Kampanye Fesyen Muslim #LebaranUntukSemua, Jumat (8/5).

Saat ini, hasil produksi IKM fesyen muslim menurun rata=rata mencapai 70-90 persen. Dengan demikian, tak sedikit IKM fesyen muslim yang mengalami penurunan omzet, meski ada beberapa yang mengalami kenaikan hingga 600 persen. Dia menilai, pelaku industri fesyen tersebut memiliki spesifik yang bisa menaikkan produknya.

"Sebenarnya kita ingin memperkuat supply chain daripada industri fesyen muslim, itu mulai dari supplier bahan baku dan aksesoris seperti kain, benang, kancing. Kemudian ide kreatif perencanaan pola dan produksi seperti sekolah mode, asosiai, tren, komputer dan teknologi," ujarnya.

Dia menilai, komersialisasi dan distribusi merupakan aspek yang mendorong IKM dalam masa pandemi supaya cepat sampai ke konsumen dan produknya tetap diketahui masyarakat, melalui e-commerce, retail store, media, pameran, dan sebagainya.

Menurutnya, pemanfaatan online marketing ini sangat mendukung IKM karena banyak masyarakat yang melakukan belanja online saat corona. Apalagi saat ini ia menyebut IKM fesyen muslim melakukan inovasi dan beralih memproduksi masker non-medis.

Selain itu, dia meminta kepada masyarakat untuk membeli busana muslim dari IKM lokal. Selain untuk meningkatkan produk dalam negeri, juga untuk menaikkan roda perekonomian Indonesia di tengah wabah corona.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi