5 Orang kaya Indonesia yang berjaya di 2015, termasuk Rusdi Kirana

Tahun 2015 merupakan tahun terberat bagi hampir semua orang, termasuk untuk miliuner Indonesia.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
5 Orang kaya Indonesia yang berjaya di 2015, termasuk Rusdi Kirana
Rusdi Kirana. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Tinggal menghitung hari, kita akan meninggalkan tahun 2015 dan menyongsong 2016. Tahun 2015 merupakan tahun terberat bagi hampir semua orang, termasuk untuk miliuner Indonesia. Gejolak ekonomi dunia serta rendahnya harga komoditas dan minyak dunia menyebabkan sejumlah pengusaha Indonesia harus kehilangan status miliuner dunia.

Mayoritas orang terkaya Indonesia mengalami penurunan total kekayaan di 2015. Beberapa pengusaha termasuk di dalamnya Edwin Soeryadjaya dan Sukanto Tanoto, menjadi pengusaha yang paling terpukul karena bisnisnya mengalami kemerosotan kinerja akibat gejolak ekonomi dunia.

Pemilik perusahaan Saratoga Investama Sedaya, Edwin Soeryadjaya, harus kehilangan 30 persen sahamnya. Sementara, Sukanto Tanoto harus menderita kerugian akibat turunnya harga kelapa sawit dunia. Penurunan ini membuat Sukanto Tanoto harus kehilangan status miliunernya untuk pertama kali dalam tujuh tahun.

Tak hanya itu, dua bersaudara pemilik Djarum Group, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono yang masih menjadi orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes juga mengalami penurunan harta kekayaan. Total kekayaan bos Djarum ini tercatat USD 15,4 miliar atau setara dengan Rp 218 triliun di akhir 2015.

Total harta kedua bersaudara ini turun dibanding Desember 2014, di mana kekayaan mereka tercatat mencapai USD 16,5 miliar. Pundi-pundi kekayaan Hartono Bersaudara masihlah dari rokok dan perbankan. Keduanya merupakan pemilik PT Bank Central Asia ( BCA), bank swasta terbesar di Indonesia.

Data data berbagai sumber, setelah sukses menjadikan Djarum sebagai perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Hartono bersaudara melebarkan sayap bisnis ke sektor properti. Antara lain Puri Cugni, Graha Padma Internusa, Bukit Muria Jaya Estate, Fajar Surya Perkasa, Nagaraja Lestari, dan Cipta Karya Bumi Indah.

Namun demikian, beberapa pengusaha Indonesia masih mampu mengumpulkan pundi pundi Rupiah di tengah pelemahan ekonomi. Berikut 5 orang terkaya Indonesia dikutip dari data Forbes Indonesia per Desember 2015.

Chairul Tanjung

Chairul Tanjung atau biasa disapa CT dinobatkan jadi orang terkaya kelima di Indonesia versi Forbes Indonesia di 2015. Total kekayaan CT tercatat mencapai USD 4,8 miliar atau sekitar Rp 67,9 triliun. Kekayaan Chairul Tanjung ini mengalami kenaikan, di mana pada 2014 silam kekayaannya hanya USD 4,3 miliar.

Saat ini, CT berkecimpung di bisnis pertelevisian dengan mendirikan Trans Corp yang membawahi Trans TV dan Trans 7. Walaupun persaingan di industri pertelevisian semakin ketat, namun CT yakin Trans TV bisa terus berkembang melihat bahwa belanja TV nasional telah mencapai angka 6 triliun setahun dan 70 persen di antaranya akan diambil oleh televisi.

Selain Trans Corp., CT memiliki Para Group yang mengayomi 5.000 karyawan dengan Para Inti Holdindo sebagai kepala industri yang memiliki tiga anak perusahaan, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

CT melebarkan sayapnya di dunia bisnis dengan menggunakan Trans Corp untuk mengakuisi 40 persen saham PT Carrefour Indonesia senilai Rp 3 triliun melalui PT Trans Ritel.

CT mengaku lebih suka mengakuisisi dibandingkan membangun bisnis karena akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha.

"Waktu saya memulai banyak waktu tapi enggak punya uang. Mulai dari nol. Lama-lama jadi besar punya uang, tidak punya waktu. Maka yang dilakukan tidak perlu bangun tapi mengakusisi."

Bachtiar Karim

Miliuner Indonesia selanjutnya yang mengalami kenaikan total harta kekayaan adalah Bachtiar Karim. Total kekayaan Bachtiar di akhir 2015 ini tercatat mencapai USD 3,3 miliar, dan Bachtiar menempati peringkat 7 orang terkaya Indonesia di 2015.

Dibanding 2014, total kekayaan dan peringkat Bachtiar mengalami kenaikan. Di akhir 2014, Bactiar Karim menempati peringkat 12 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan USD 2 miliar.

Bachtiar Karim adalah bos dari PT Musim Mas yang bergerak di lini bisnis utama minyak sawit atau CPO. Perusahaan yang dikelolanya memiliki kapal tanker dan terminal sendiri. Pabrik pengolahan sawit milik Musim Mas disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

Selain terlibat dalam produksi minyak sawit dan pembuatan bahan kimia oleo, Bachtiar Karim juga seorang filantropis. Dia memiliki pelatihan wirausaha dan pusat pendidikan di Kota Medan, di Universitas Sumatera Utara, dimulai untuk mengedukasi kaum muda setempat mengenai pentingnya spirit wirausaha. Sebagai seorang lulusan Universitas Nasional Singapura (National University of Singapore), dia juga menjadi penyandang dana dan pendukung tetap gerakan wirausaha di Indonesia.

Rusdi Kirana

Rusdi Kirada adalah miliuner Indonesia yang selanjutnya mengalami kenaikan total kekayaan di 2015. Data Forbes per akhir 2015 mencatat total kekayaan Rusdi Kirana mencapai USD 1,87 miliar atau naik dibanding akhir 2014 silam yang hanya USD 1,7 miliar.

Tak hanya itu, Rusdi Kirana juga mengalami kenaikan peringkat, di mana Rusdi Kirana menempati peringkat 12 orang terkaya Indonesia di 2015. Naik dibanding 2014 yaitu di peringkat 16 orang terkaya di Indonesia.

Rusdi Kirana adalah mantan Presiden Direktur sekaligus CEO dari salah satu maskapai penerbangan Tanah Air, Lion Air. Sekitar bulan Oktober tahun 1999 Rusdi Kirana bersama saudara lelakinya, Kusnan Kirana memulai maskapai Lion Air dengan konsep penerbangan biaya murah atau low cost carrier.

Tercatat hanya dalam enam tahun, Lion Air menjelma sebagai salah satu maskapai besar tanah air. Per Desember 2012 saja, Lion Air sudah melayani 60 tujuan baik domestik maupun internasional. Bahkan, saat ini jumlah pesawat Lion Air sekitar 100 unit.

Pada tahun 2004 atau sekitar enam tahun setelah didirikan, Lion Air menguasai sekitar 40 persen segmen pasar maskapai tanah air dengan total penumpang hingga 600.000 orang lebih per bulannya, terbesar kedua setelah Garuda Indonesia.

Salah satu gebrakan yang dilakukan oleh Rusdi Kirana adalah menandatangani kontrak pembelian 234 pesawat Airbus jenis A320 dan A321 senilai Rp 233 triliun. Penandatanganan kontrak yang diklaim terbesar yang pernah diterima Airbus itu disaksikan langsung oleh Presiden Prancis Francois Hollande.

Di akhir tahun 2014 silam, Rusdi Kirana masuk menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan langsung menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, nama Rusdi Kirana sempat digadang-gadang menjadi calon menteri (transportasi atau perhubungan) di Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Murdaya Poo

Murdaya Poo juga patut berbangga di 2015. Total kekayaan suami Siti Hartati Mudaya ini tercatat mencapai USD 1,85 miliar di 2015. Total kekayaan ini naik dibanding 2014 silam yang hanya USD 1,7 miliar.

Murdaya Poo saat ini menempati peringkat 13 orang terkaya di Indonesia. Peringkat ini naik dibanding 2014 silam, di mana Murdaya menempati peringkat 15 orang terkaya di Indonesia.

Murdaya Poo adalah memiliki usaha yang bergerak di bidang teknologi informasi, ketenagalistrikan, infrastruktur, properti, dan perdagangan.

Nama Murdaya ini sempat masuk dalam daftar saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan Sistem Informasi Manajemen, pada Direktorat Jenderal Pajak (SIM-DJP) dengan nilai proyek lebih dari Rp 43 Milyar.

Dalam pemberitaan, pria yang akrab disapa Murdaya ini, dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka RN Karim, Kepala Kanwil Pajak DKI Jakarta. Karim diduga merekayasa hasil pelelangan dengan memenangkan PT Berca Hardaya Perkasa, anak perusahan Berca Group yang dipimpin oleh Murdaya dan istrinya. Meski masih berstatus sebagai saksi, bukan tidak mungkin status tersebut meningkat menjadi tersangka ketika penyidikan lanjutan dilakukan.

Soegiarto Adikoesoemo

Soegiarto menjadi salah satu orang terkaya Indonesia yang mengalami kenaikan total kekayaan di 2015. Data Forbes mencatat, total kekayaan Soegiarto di akhir 2015 mencapai USD 1,07 miliar atau naik dibanding akhir 2014 yang hanya USD 930 juta.

Tak hanya itu, Soegiarto juga dinobatkan sebagai orang terkaya ke-26 Indonesia di 2015. Peringkat ini naik dibanding 2014 silam, di mana Soegiarto menempati peringkat 35 orang terkaya Indoesia.

Dilansir dari berbagai sumber, Soegiarto Adikoesoemo adalah seorang pengusaha yang bergerak dalam bidang kimia. Berbagai macam usaha dia jalankan dan Soegiarto tak luput dari kerja keras dan ide ide baru untuk terus memperbaharui bisnis yang sudah dia jalankan.

Soegiarto adalah bos PT AKR Corporindo Tbk dan biasa disapa Pak Gik. Selain itu, dia juga memiliki sebuah perusahaan properti yang bernama AKRLand Development yang beroperasi di Bali dan Manado untuk hotel.

Rekomendasi