Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, rencana penjualan gedung kementerian untuk memberi contoh efisiensi pada perusahaan BUMN. Pihaknya menyebut tidak membutuhkan gedung besar dengan ruangan banyak lantaran jumlah pegawai Kementerian BUMN hanya sekitar 260 orang."Tujuan kita adalah efisiensi, saya menekankan terus ke perusahaan-perusahaan BUMN untuk efisiensi, kalau kita sebagai pemegang sahamnya tidak memberikan contoh efisiensi, sulit dong kita menularkan ke bawah juga," tutur Rini di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).Oleh sebab itu, Rini berencana mempersilakan pihak lain untuk menggunakan beberapa lantai di gedung Kementerian BUMN dengan beberapa mekanisme, yakni sewa atau jual.Rini mengatakan, pemerintah sedang mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk penggunaan gedung dan listrik. Rini mengaku kewalahan merawat gedung yang begitu besar."Nggak harus (jual), tapi kami melihatnya bahwa untuk Kementerian BUMN kantor itu terlalu besar, dan kita kemana-mana sekarang pemikirannya adalah efisiensi, mengurangi penggunaan listrik. Kita mengurus gedungnya saja, karena kita bukan orang properti pengurus gedung, sulit juga ngurusnya," jelas Rini.Rini mengaku tidak mempersoalkan berbagai pandangan negatif atas idenya tersebut lantaran niatnya adalah untuk efisiensi."Saya tidak mempersoalkan orang yang mempunyai, ingin memberikan masukan-masukan, tapi harus dilihat sebabnya kenapa, kita melakukan ini kan untuk efisiensi, dan kita juga belum tentu akhirnya dijual keluar, yang terjadi mungkin kementerian lain membutuhkan lebih," ucap Rini.
Rencana Menteri Rini jual gedung untuk jadi contoh bagi BUMN
Pihaknya menyebut tidak membutuhkan gedung besar dengan ruangan banyak lantaran jumlah pegawai hanya sekitar 260 orang.
Advertisement
Rekomendasi