Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mulai disibukkan dengan wacana pembentukan kabinet dan pemilihan sosok menteri selama lima tahun ke depan. Salah satu adalah pemilihan menteri-menteri bidang ekonomi.Jokowi berjanji akan mengisi kabinetnya dari kalangan ahli dan profesional. Terutama di sektor-sektor krusial seperti ekonomi.Kalangan ekonom berharap Jokowi menempatkan figur yang tepat untuk mengisi menteri-menteri di bidang ekonomi. Termasuk di kursi menteri keuangan yang diharapkan tidak hanya memiliki pengalaman saja, tapi dapat mengambil keputusan saat menghadapi masa krisis."Menkeu itu harus figur yang berpengalaman yang pernah menghadapi krisis sebagai pengambil keputusan dan regulator. Lalu menkeunya teknokrat yang andal dan sudah hadapi krisis besar 2008, 2005, 1998," ujar ekonom senior Standard Chartered Fauzi Ichsan.Sementara, untuk posisi menteri koordinator perekonomian diharapkan sosok yang memiliki kepribadian untuk bisa jadi pemimpin di antara menteri-menteri di sektor ekonomi. Tak masalah kalaupun diambil dari mantan menko. "Sehingga sangat perlu menko itu mantan menko yang dihormati menteri ekonomi lain," kata dia.Untuk kriteria menteri BUMN, menteri perdagangan dan menteri ESDM disarankan diisi oleh teknokrat dan profesional.Menjelang pelantikan Jokowi-JK 20 Oktober mendatang, nama-nama calon menteri mulai bermunculan. Seperti yang diolah merdeka.com dari berbagai sumber, nama Sri Mulyani menjadi kandidat kuat untuk menempati kursi menteri koordinator perekonomian dan menteri keuangan.Sri Mulyani bukan nama baru di sektor perekonomian Indonesia. Karirnya yang dimulai sebagai asisten pengajar fakultas ekonomi Universitas Indonesia melejit pesat hingga saat ini menjadi direktur pelaksana di Bank Dunia.Sejumlah penghargaan pun pernah didapatnya antara lain menteri keuangan terbaik Asia untuk 2006 oleh Emerging Markets, wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes pada 2008, dan wanita paling berpengaruh kedua di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.Selain Sri Mulyani, kandidat lain untuk menempati posisi tersebut ialah mantan gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, dan Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.Sementara, kandidat kuat untuk menjadi menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) ialah Armida Alisjahbana. Dengan kata lain, Armida tidak akan meninggalkan jabatannya saat ini. Lulusan S2 Kennedy School of Government ini menjadi kandidat kepala Bappenas bersama menteri keuangan saat ini Chatib Basri.Di posisi menteri koperasi dan UKM, kandidat terkuat ialah pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa Veronica Colondam. Selain posisi menteri koperasi dan UKM, perempuan lulusan S2 dari Imperial College London ini juga menjadi kandidat posisi menteri perempuan dan menteri sosial.Veronica nantinya harus bersaing ketat dengan Intansari Abdams Katoppo. Intansari adalah direktur utama di PT Hotel Indonesia Natour. Selain di posisi menteri koperasi dan UKM, Intansari juga menjadi kandidat kuat untuk menteri pariwisata.Terakhir, untuk posisi menteri komunikasi dan informatika, nama Sylvia Efi Widyantari Sumarlin menjadi kandidat terkuat. Sylvia adalah pendiri PT Dama Persada, perusahaan riset dan pengembangan IT di mana dia menjadi direktur utama hingga sekarang.
Ini calon kuat para menteri bidang ekonomi kabinet Jokowi
Sri Mulyani menjadi kandidat kuat untuk menjadi 'pemimpin' para menteri di sektor ekonomi.
Advertisement
Rekomendasi