Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam melakukan perpanjangan kontrak-kontrak tambang yang ada saat ini. Alasannya, perpanjangan kontrak tersebut bisa dijadikan senjata untuk menyerang pemerintah.
"Pemerintah harus hati-hati dalam memperpanjang kontrak-kontrak yang habis masa berlaku karena itu dapat menjadi bumerang buat negara kita," ungkap anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha saat berdiskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta Senin (30/7).
Satya mencontohkan, PT Freeport Indonesia yang saat ini sulit mencapai kesepakatan renegosiasi kontrak karena masih memiliki kontrak yang berlaku hingga 2021. "Itu jangan diperpanjang dulu, lakukan renegosiasi dulu apa mau kita baru diperpanjang," tegasnya.
Menurut Satya, sangat wajar jika Freeport belum mau bernegosiasi dengan pemerintah dengan alasan masih memiliki kontrak yang paten dan tidak bisa diubah sebelum berakhir. Kontrak tersebut juga masih terikat pada peraturan yang lama.
"Kan sekarang ada peraturan baru. Peraturan baru itu juga didiskusikan dengan pihak DPR," katanya.
Kontrak Freeport pertama kali ditandatangani pada 1967 berdasarkan UU Nomor 11 tahun 1967 tentang ketentuan pertambangan. Pada tahun 1991, terdapat pembaharuan kontrak karya baru yang berlaku untuk 30 tahun dengan opsi perpanjangan dua kali masing-masing 10 tahun.
Kontrak karya yang ditandatangani pada awal masa pemerintahan Presiden Soeharto itu diberikan kepada Freeport sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg di atas wilayah 10 km persegi. Tahun 1989, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar.
Tahun 1991, penandatanganan kontrak karya baru dilakukan untuk masa berlaku 30 tahun berikut dua kali perpanjangan 10 tahun. Ini berarti kontrak karya Freeport baru akan habis tahun 2041.
Dalam laporan keuangannya di 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata USD 3,69 per pound. Freeport juga menjual 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata di 2010 sebesar USD 1.271 per ounce. Tahun lalu, Freeport menargetkan penjualan 1 miliar pounds tembaga dan 1,3 juta ounces emas.