Punya Cold Storage 450 Ton, Indramayu Ditargetkan Jadi Sentra Perikanan

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:00 Reporter : Yunita Amalia
Punya Cold Storage 450 Ton, Indramayu Ditargetkan Jadi Sentra Perikanan Cold Storage di Indramayu. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono meresmikan cold storage dengan kapasitas 300 ton di tempat pelelangan ikan, Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. Wilayah ini ditargetkan jadi sentra perikanan di masa depan.

Wahyu mengatakan, untuk menjadi daerah sentra perikanan salah satu syaratnya yaitu kesiapan infrastruktur. Di Indramayu, sebelumnya telah memiliki cold storage dengan kapasitas 150 ton, kemudian ditambah 300 ton. Sehingga total cold storage yang ada di Indramayu berjumlah 450 ton.

"Karena di sini sudah dekat dengan pasar maka tentu saya kira salah satunya adalah cold storage yang dibangun ini. Sebelumnya 150 ton (sudah dibangun), sekarang 300 ton. Harapan saya tahun depan akan dibangun lagi," ujar Trenggono, dikutip pada Sabtu (13/8).

Pembangunan cold storage di Indramayu akan memperkuat manajemen rantai pasok hasil perikanan yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui stabilitas harga, serta menjamin pasokan stok ikan berkualitas kepada masyarakat.

Trenggono menambahkan, keberadaan cold storage juga akan meningkatkan konektivitas antar wilayah yang merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus efisiensi logistik ikan nasional.

Selain itu, tersedianya lapangan kerja dan adanya pembinaan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi pendingin yang menjadi kebutuhan mutlak untuk penyimpanan dan distribusi ikan serta penumbuhan ekonomi UKM berbasis koperasi.

"Harapan saya ini dijaga dengan baik dan kalau perlu bisa lebih baik lagi. Kecil enggak papa asalkan putarannya tinggi lebih bagus. Yang penting lagi adalah tidak hanya digunakan untuk menyimpan saja, tetapi harus di-maintenance agar tidak rusak," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti menambahkan, produk perikanan yang berpindah dari satu titik ke titik yang lain membutuhkan kinerja yang dapat menjamin ketepatan waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas, dan tepat lokasi dengan biaya yang efektif dan efisien.

Berdasarkan hal tersebut, KKP melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58 Tahun 2021 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional, kontinu mengembangkan dan memperkuat pelaksanaan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang bersinergi dengan SLIN daerah.

"Sebagaimana yang disebutkan pak Menteri Trenggono, bahwa cold storage ini menjadi bagian penting dalam sinergitas program SLIN pusat dan daerah," terang Artati.

Ke depan, pengelolaan cold storage diserahkan ke Pemerintah Daerah Indramayu yang bekerja sama dengan Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra sebagai pengelola cold storage. "KPL Mina Sumitra nantinya diharapkan dapat menjadi off taker dan agregator bagi nelayan di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) khususnya di Kabupayen Indramayu," tutupnya.

Sebagai informasi, Trenggono menyerahkan bantuan senilai Rp3,69 milyar dengan rincian berupa sarana kendaraan berpendingin roda 6, pengembangan perikanan budidaya dan bantuan pelatihan untuk masyarakat Indramayu, serta bantuan pendidikan untuk anak pelaku utama di Indramayu. Dilakukan juga penyerahan secara simbolis Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan untuk nelayan Indramayu.

Baca juga:
Pembudidaya Ikan Kini Bisa Akses Layanan KKP Lewat Ponsel Pribadi
Potret Cewek Rusia Nikah sama WNI Penjual Ikan, Duduk di Pelaminan Kayak Barbie
Waspada, Inflasi Indonesia Diperkirakan Naik Dipicu Produk Hortikultura & Ikan Segar
KKP Siapkan Model Smart Fisheries Village di 34 Lokasi, Seperti Apa?
Terungkap, Ini 5 Strategi KKP Implementasikan Program Ekonomi Biru di Sektor Kelautan
Penyaluran KUR Kelautan Perikanan Semester I Rp4,79 T untuk 112.130 Debitur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini