Prabowo: Krisis Dunia ke Depan Lebih Parah, Mereka Sebut Perfect Storm

Rabu, 5 Oktober 2022 15:12 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Prabowo: Krisis Dunia ke Depan Lebih Parah, Mereka Sebut Perfect Storm Prabowo Subianto. ©2022 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto angkat suara mengenai krisis yang dihadapi dunia. Menurutnya, krisis dunia ke depan bisa lebih parah atau disebut the perfect storm.

"Kita menghadapi krisis, ramalan dari seluruh dunia krisis ke depan bisa lebih parah ya. mereka sebut the perfect storm akan datang. The perfect storm, badai akan datang. Jadi kita harus siap," kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/10).

Prabowo sudah mengkaji sejumlah hal untuk mengantisipasi krisis dunia ke depan. Dia memerintahkan akademisi untuk mencari sumber-sumber air maupun teknologi yang dibutuhkan.

"Kita waspada tahun depan, jadi sekarang kita melaksanakan kajian-kajian dan penyelidikan. kita cari sumber-sumber air, di mana-mana dan juga teknologi air kita sudah perintahkan kalangan Unhan untuk membuat, bekerja untuk mencari sumber-sumber air di mana-mana di seluruh provinsi, seluruh daerah menghadapi, siapa tahu perubahan iklim dunia tahun depan dan seterusnya akan kurang baik untuk kita," tuturnya.

Namun demikian, Prabowo pun bersyukur Indonesia saat ini masih memiliki sumber daya alam yang baik. Curah hujan di tanah air juga masih bagus.

"Kita harus bersyukur, kita bersyukur, Tuhan yang maha kuasa memberi kita banyak sumber-sumber alam, kita curah hujan masih bagus seperti sekarang," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

107 Negara Sudah Terdampak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, hampir seluruh negara di dunia kini sedang menghadapi tantangan tidak mudah. Terutama akibat dampak pandemi Covid-18, di mana banyak negara belum sepenuhnya pulih dari krisis.

"Perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi," ujar Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR & DPD RI, Selasa (16/8).

Imbasnya, banyak negara kini harus berjibaku dengan urusan kemiskinan dan kelaparan. Jumlah warga dunia yang terancam jatuh ke lubang tersebut diprediksi mencapai ratusan juta jiwa.

"Sebanyak 107 negara terdampak krisis, sebagian di antaranya diperkirakan jatuh bangkrut. Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan," paparnya.

Menurut Jokowi, ujian tersebut tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta semua harus dihadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan.

"Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini," imbuh Presiden Jokowi.

"Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan 432 juta dosis vaksin telah disuntikkan," bebernya. [idr]

Baca juga:
Ada Ancaman Resesi, Investor Tahan Diri Tanam Modal Ke Sektor Hulu Migas
Bos Perusahaan di AS Sudah Siap Hadapi Resesi, Pertimbangkan Pangkas Tenaga Kerja
Mau Investasi Tapi Ada Ancaman Resesi, Simak Tips Berikut Ini
Pemda Harus Ikut Cari Solusi Agar Terhindar dari Resesi
OJK Klaim Kinerja Pasar Modal RI Tetap Moncer di Tengah Ancaman Resesi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini