PLN Gelontorkan Rp37,92 Triliun Dukung TKDN Sektor Ketenagalistrikan

Rabu, 29 Desember 2021 12:37 Reporter : Sulaeman
PLN Gelontorkan Rp37,92 Triliun Dukung TKDN Sektor Ketenagalistrikan Pembangkit listrik. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) telah mengeluarkan anggaran Rp37,92 triliun untuk mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor ketenagalistrikan. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program pembangunan infrastruktur, seperti gardu induk, transmisi, dan pembangkit.

"Sampai saat ini kita sudah mendukung TKDN ini dengan nilai anggaran sampai Rp37,92 triliun dari Rp78,50 triliun anggaran yang kita monitor. Secara realisasi ini masih di bawah 50 persen dari target," kata EVP Perencanaan dan Engineering Konstruksi PLN, Anang Yahmadi dalam webinar Ruang Energi, Rabu (29/12).

Menurutnya, di proyek pembangkit lah saat ini masih rendah nilai kandungan TKDN yang dimilikinya. Hal ini disebabkan sulitnya komponen teknologi pendukung yang berasal dari dalam negeri.

"Kita tahu bahwa teknologi-teknologi pembangkit memang sangat sulit kita kejar dan masih banyak kita impor," bebernya.

Meski begitu, PLN tetap berkomitmen untuk mendongkrak penggunaan komponen dalam negeri di sektor ketenagalistrikan. Mengingat, adanya sejumlah manfaat besar bagi perekonomian Indonesia.?Mulai dari peningkatan tenaga kerja lokal, peluang penghematan investasi, hingga peningkatan keahlian tenaga kerja lokal.

"Spirit-spirit ini yang membuat kita seharusnya concern (perhatian) dengan TKDN. Jadi, ini harusnya menjadi semangat besar untuk kita semua," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Menko Luhut Sentil PLN Karena Rendahnya TKDN

sentil pln karena rendahnya tkdn

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengakui bahwa pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) industri di Indonesia masih cukup rendah. Ini ditandai masih banyaknya perusahaan yang impor untuk memproduksi komponen dalam negeri.

"Pencapaian TKDN ini masih rendah. Karena menurut (perusahaan) impor lebih murah," kata Menko Luhut dalam acara Sosialisasi Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) di, Jakarta, Senin (2/9).

Menko Luhut mencontohkan, salah satu perusahaan besar sekelas Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun belum bisa memenuhi TKDN. Sebab, untuk proyek kelistrikan saja masih membutuhkan impor. Oleh karena itu, dia memandang perlu agar perusahaan besar di Indonesia dapat memaksimalkan TKDN.

"Misalnya PLN masih banyak gunakan impor padahal sudah banyak dalam negeri. Kenapa tidak? Saya sudah beri tahu PLN ayo Anda liat anda cinta tidak sama Indonesia ini? Jangan hanya ngomong cinta tapi kita tidak melakukan dengan hati kita masing-masing," jelas Menko Luhut.

Kemudian, Menko Luhut juga membanggakan salah satu perusahaan BUMN lainnya yakni PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Menurutnya, butuh gesekan untuk memaksa PT INKA memenuhi kebutuhan transportasi dalam negeri seperti Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodetabek.

"Keberhasilan PT INKA memasok LRT Jabodetabek. Itu kami paksa kami berkelahi waktu itu bahkan mau impor. Saya bilang tidak. Saya lapor ke presiden 'Pak ini kita bikin dalam negeri'," ceritanya.

Baca juga:
Pemerintah Anggarkan Rp112 Miliar untuk Sertifikasi TKDN Gratis di 2021
Surveyor Indonesia Bentuk Unit Khusus Tangani TKDN Industri Migas
Surveyor Indonesia Dorong Produk Dalam Negeri Kantongi Sertifikat TKDN
TKDN 5G Ditingkatkan, Operator sebut Akan Berdampak Positif
Pemerintah Tingkatkan TKDN Perangkat 4G dan 5G Menjadi 35 Persen
Capai 58 Persen, Nilai Komitmen TKDN di Hulu Migas Sentuh Rp39 Triliun

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. TKDN
  3. PLN
  4. Listrik
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini