Petrokimia Gresik Terapkan AKHLAK dalam Jalankan Bisnis

Kamis, 20 Agustus 2020 09:28 Reporter : Siti Nur Azzura
Petrokimia Gresik Terapkan AKHLAK dalam Jalankan Bisnis Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad. ©Humas Petrokimia Gresik

Merdeka.com - Petrokimia Gresik meresmikan AKHLAK sebagai core value atau tata nilai perusahaan baru yang merupakan gagasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. AKHLAK merupakan akronim dari kata Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyebutkan, tata nilai ini akan diimplementasikan dan menjadi budaya kerja dan pedoman dalam menjalankan bisnis bagi seluruh insan Petrokimia Gresik.

"Budaya baru ini sangat sejalan dengan sasaran dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik, yaitu menjadi perusahaan solusi agroindustri untuk pertanian yang berkelanjutan," kata Rahmad melalui keterangan resminya, Kamis (20/8).

AKHLAK sebagai core value yang digagas oleh Menteri BUMN Erick Thohir telah ditetapkan sebagai pedoman budaya kerja seluruh perusahaan BUMN di bawah Kementerian BUMN sesuai Surat Edaran Menteri BUMN Nomor : SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020.

"Dengan bekerja dan memegang teguh tata nilai AKHLAK, mari kita wujudkan Petrokimia Gresik ber-AKHLAK dalam mencapai tujuan mendukung ketahanan pangan nasional melalui pertanian berkelanjutan sebagai pemimpin solusi agroindustri," imbuhnya.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar perusahaan BUMN saat ini, termasuk Petrokimia Gresik, adalah bagaimana menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing tinggi di pasar global. Saat ini yang dibutuhkan oleh perusahaan BUMN adalah suatu budaya kerja yang bisa menyinkronkan antara kepentingan bisnis dengan etika dan moralitas.

Berbicara tantangan bisnis, pada tahun 2019 Petrokimia Gresik telah menetapkan Program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang di dalamnya terdapat tiga sasaran utama (shifting paradigm). Pertama, perubahan dari Inefisiensi menjadi Efisiensi. Kedua, perubahan mindset dari Product Driven menjadi Market Driven. Dan ketiga, perubahan orientasi dari Subsidi menjadi Komersial.

Guna menyukseskan program transformasi tersebut, Rahmad menyadari kunci suksesnya adalah human resources atau Sumber Daya Manusia (SDM). Karena SDM adalah pelaku perubahan yang berada di dalam perusahaan, yang meliputi cara berpikir, cara berbicara, dan cara bekerja.

Baca Selanjutnya: Budaya transformatif merupakan pondasi utama...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Petrokimia Gresik
  3. Pertanian
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini