Peran Pegadaian Menggerakkan Kembali Roda Perekonomian

Rabu, 28 April 2021 15:39 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Peran Pegadaian Menggerakkan Kembali Roda Perekonomian Pegadaian. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ferdi baru saja selesai melayani pelanggan terakhirnya siang itu. Dia mencuci tangan sesudahnya. Ditariknya sebuah kursi sembari menyalakan rokok. Ferdi adalah perantau asal Padang. Pemilik warung bubur kecil di daerah Cinere, Depok.

"Yang jualan nasi padang sudah banyak," guraunya saat ditanya alasan membuka usaha bubur ayam.

Dia pun memulai ceritanya, bagaimana kondisi bisnisnya bertahan selama pandemi setahun terakhir. Usaha yang dirintisnya sejak 2018 itu nyaris kolaps pertengahan tahun lalu. Saat pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) imbas pandemi Covid-19.

Pembeli hilang ditambah jangka waktu sewa kios juga sudah mendekati jatuh tempo. Di sisi lain, dia tidak ingin kehilangan kios karena letaknya yang strategis. "Mumet sekali waktu itu," ujarnya pada merdeka.com.

Dia pun mendapat ide solusi. Diajaknya istri berdiskusi. Disepakati mereka hendak menggadaikan perhiasan emas di Pegadaian. Demi membayar ongkos sewa dan tambahan modal. Dia yakin kondisi ini tak selamanya. Saat pembeli kembali datang, dia berjanji untuk menebus kembali perhiasan sang istri.

Menggadaikan barang bukan hal baru bagi Ferdi. Dia sudah beberapa kali 'menyekolahkan' barang-barang ke Pegadaian untuk kebutuhan usaha.

Dia lebih memilih Pegadaian karena layanannya yang terpercaya dan tidak pernah mengecewakan. Status Pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi pertimbangan yang membuatnya tenang.

Saat itu, dia mengambil layanan kredit gadai sistem angsuran (Krasida). Dia mengambil pilihan tenor untuk 12 bulan. Bunga yang diberikan ialah sebesar 1,25 persen setiap bulannya.

Beruntung, dia bisa menebus kembali perhiasan istri lebih cepat. Hal ini tak lepas dari mulai kembalinya aktivitas masyarakat. Setelah aturan pengetatan kegiatan dilonggarkan. Pembeli kembali datang.

"Pegadaian selalu menjadi solusi saya jika butuh dana cepat. Prosesnya juga tak susah," tuturnya.

nilai aset dan pendapatan pegadaian terus meningkat
©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Kembali menggeliatnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) turut menjadi harapan pemerintah. "Karena jika UMKM sudah menunjukkan geliat aktivitasnya, maka ekonomi nasional pun akan bangkit," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengajak, seluruh pihak gotong royong menangani dampak pandemi. Salah satunya dengan berbelanja produk dalam negeri. Khususnya produk UMKM. Tujuannya tentu membantu menggerakkan roda ekonomi yang sempat terhenti imbas pandemi Covid-19.

"Sekarang saatnya belanja supaya ekonomi berputar, tapi belanjanya produk UMKM," kata Menteri Teten.

UMKM diyakini memiliki peran strategis menopang pertumbuhan ekonomi imbas pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai sekitar 60 persen.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM mencapai kisaran 97 persen. Di mana, jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98 persen dari total pengusaha di Indonesia. Selain itu, UMKM penyumbang 58 persen dari total investasi, dan 14 persen untuk ekspor.

PT Pegadaian (Persero) menjadi salah satu pihak yang aktif memberikan bantuan pada pengusaha UMKM dan ultra mikro. Harapannya UMKM bisa terus bertumbuh hingga pandemi berakhir dan sesudahnya nanti.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto menjelaskan, perseroan telah menyusun strategi dengan menetapkan berbagai regulasi keringanan kepada nasabah sebagai bantuan. Keringanan ini diharapkan turut membantu Pegadaian mencapai target bisnisnya.

Kebijakan restrukturisasi Pegadaian mencakup perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran angsuran, hingga pembebasan denda kepada nasabah perseroan yang terdampak wabah virus Covid-19. Termasuk memberikan kelonggaran atau relaksasi kredit berupa penundaan angsuran hingga satu tahun.

Kriteria penerima keringanan yaitu nasabah yang memanfaatkan produk Kreasi, Arrum Mikro, Arrum Ultra Mikro, Arrum Ekspress Loan, Amanah, Rahn Tasjily Tanah, Kreasi Ultra Mikro, Kreasi Ekspress Loan, dan Kreasi Multi Guna, dan memiliki usaha tapi mengalami penurunan pendapatan akibat wabah virus Covid-19.

"Kami memberikan keringanan kepada nasabah yang memiliki usaha dan yang barang jaminannya masih dipergunakan untuk menunjang usahanya," imbuhnya.

Dia mencontohkan regulasi yang disusun oleh Pegadaian seperti penurunan tarif bunga dari 1,2 persen menjadi 1 persen (per 15 hari) untuk roll over kredit gadai. "Kita juga melakukan relaksasi dengan perpanjangan masa bebas bunga (graceperiod) selama 30 hari."

"Kami juga punya Gadai Peduli (Bebas Bunga) di mana nasabah nantinya dibebaskan bunga untuk pinjaman sampai dengan Rp1 juta selama 3 bulan dan sekaligus sebagai program akuisisi nasabah," tambah Kuswiyoto.

Kuswiyoto menjelaskan saat ini jumlah nasabah Pegadaian dengan pinjaman di bawah Rp1 juta mencapai sekitar 3,3 juta. Sebagian besar nasabah ini biasanya bekerja di sektor informal dan sangat terdampak Covid-19.

Kehadiran pandemi Covid-19 membuat digitalisasi menjadi keniscayaan agar kegiatan transaksi ekonomi tetap berjalan. Sejauh ini, Pegadaian juga terus mengembangkan model bisnis dan konsep layanan yang meminimalisir kontak antara karyawan dengan nasabah melalui pemanfaatan teknologi.

Pemanfaatan tersebut seperti Produk GoldCard yaitu konsep kartu kredit berbasis jaminan tabungan emas atau titipan emas. "Lalu, Transaksi Gadai Via Drop Box yaitu konsep layanan gadai contactless antara nasabah dan karyawan melalui sarana drop box," jelasnya.

Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh Pegadaian juga dengan menggunakan Digital Lending yaitu penyaluran kredit modal produktif (B2B) dengan sistem fidusia dan jaminan invoice melalui platform internal dan High Touch to High Tech.

Kuswiyoto mengatakan, hingga saat ini, Pegadaian terus melakukan sosialisasi untuk mendorong nasabah dalam mengoptimalkan Pegadaian Digital, sehingga bisa bertransaksi di rumah saja. Tercatat, hingga Mei 2020, pengunduh aplikasi Pegadaian Digital mencapai 1,9 juta.

nilai aset dan pendapatan pegadaian terus meningkat
©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Kinerja Pegadaian disebut tetap tumbuh positif di tengah kondisi pandemi. Direktur Pengembangan Produk dan Pemasaran Pegadaian, Harianto Widodo mengungkapkan, secara umum kinerja Pegadaian per 31 Maret 2021 tumbuh 8,81 persen year on year (YoY). Di mana, mayoritas pembiayaan berasal dari produk berbasis Gadai.

Pembiayaan berbasis gadai, menurutnya, paling banyak diminati karena prosesnya yang cepat. "Barang jaminan mayoritas adalah emas, baik perhiasan maupun emas batangan," ujarnya pada merdeka.com.

Harianto melanjutkan, khusus penyaluran pembiayaan ultra mikro 2021 sampai dengan 31 Maret, tercatat sebesar Rp 336 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 74.206. "Terdiri dari nasabah Kreasi maupun Gadai/Rahn," ucap Harianto.

Pada April 2020, Kuswiyoto bilang laba perusahaan tercatat sebesar Rp1,13 triliun dan terus tumbuh pada Mei 2020 sebesar Rp1,32 triliun. Omzet penjualan, di April 2020, perseroan mencatat sebesar Rp53,9 triliun dan terus menunjukkan peningkatan hingga Mei 2020 sebesar Rp65,61 triliun.

Sedangkan, di tengah pandemi, nasabah Pegadaian terus menunjukkan peningkatan. Pada April 2020, perseroan mencatat pertumbuhan nasabah sebanyak 14,73 juta jiwa dan pada Mei 2020 sebanyak 14,9 juta jiwa.

"Kami terus tingkatkan optimalisasi kapabilitas perusahaan. Pegadaian telah memiliki pondasi yang kuat dalam menjaga sustaintabilitas kinerja perusahaan," tambah Kuswiyoto.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan yang untuk UMKM dan koperasi yang diwujudkan lewat enam stimulus. Di antaranya subsidi bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP), penempatan dana pada bank umum, dan insentif pajak untuk restrukturisasi kredit dan dukungan lainnya.

"Pemerintah terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah untuk terus bangkit," jelasnya.

Pemerintah, selain memberikan bantuan fiskal, juga berencana membentuk holding BUMN ultra mikro. Harapannya layanan untuk menumbuh kembangkan usaha ultra mikro bisa lebih optimal. Khususnya di masa pandemi Covid-19 dan sesudahnya nanti.

Baca Selanjutnya: Holding Ultra Mikro Perkuat Sinergi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini