Per Agustus 2019, PT PP Presisi Raup Kontrak Baru Sebesar Rp2,7 Triliun

Kamis, 26 September 2019 09:38 Reporter : Merdeka
Per Agustus 2019, PT PP Presisi Raup Kontrak Baru Sebesar Rp2,7 Triliun Tol Trans Sumatera. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT PP Presisi (PPRE) optimistis dapat mencapai target perolehan kontrak baru sebesar Rp5,8 triliun sampai akhir tahun meski situasi politik dalam negeri tak kondusif. Kondisi ekonomi global yang melambat imbas dari perang dagang serta tertundanya pelaksanaan proyek, sangat berpengaruh terhadap sektor konstruksi.

Direktur Utama PP Presisi, Iswanto Amperawan, mengatakan perolehan kontrak baru hingga Agustus 2019 adalah sebesar Rp2,7 triliun yang sebagian besar berasal dari proyek Trans Sumatra Toll Road.

Di mana, ruas Indrapura - Kisaran sebesar Rp1,6 triliun, Trans South Road Lot 9-South Java (ruas Balekambang-Kedungsalam) menyumbang sebesar Rp175 miliar. Overlay bandara Mingkabau sebesar Rp75,8 miliar. Patimban port (Cement Deep Mixing) sebesar Rp115 miliar serta bendungan Manikin sebesar Rp260 miliar.

"Untuk menunjang proyek-proyek baru yang dikerjakan, hingga Agustus 2019, kami telah merealisasikan capex sebesar Rp478 miliar atau 43 persen dari anggaran capex sebesar Rp1,1 triliun, berupa pembelian alat-alat berat," tutur Iswanto.

Dia menambahkan keyakinan dapat mencapai target perolehan kontrak baru Rp5,8 triliun mengacu pada:

1. Potensial feeding yang akan didapat dari PTPP selaku Entitas Induk sebesar Rp4 triliun hingga Rp4,7 triliun yang berasal dari proyek jalan tol Semarang-Demak, smelter feronikel di Kolaka, Sulawesi Tenggara, smelter alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, Pembangkit listrik serta beberapa bendungan (bendungan Way Apu-Maluku, bendungan Bener- Purworejo, Jawa Tengah, bendungan Tamblang-Bali, serta bendungan Lau Simeme-Deli Serdang, Sumatera Utara). Proyek – proyek tersebut sudah didapatkan oleh PT PP selaku induk usaha dan tinggal menunggu proses feeding kepada PPRE.

2. PPRE juga sedang giat mengikuti beberapa tender proyek yang berasal dari dana APBN maupun swasta. Proyek yang bersumber dari dana APBN diantaranya pembangunan jalan nasional. Sedangkan tender proyek dari swasta adalah pembangunan jalan dan infrastruktur pertambangan di Kalimantan.

3. Dalam rangka untuk meningkatkan utilitas peralatan, PPRE juga sedang melakukan proses penjajagan untuk pekerjaan penambangan nickel di Sulawesi Tenggara. Langkah PPRE untuk masuk ke penambangan nickel sejalan dengan trend harga nickel yang sedang tinggi.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini