Pengusaha jawab tantangan Jokowi bangun infrastruktur di luar Jawa

Selasa, 25 September 2018 20:56 Reporter : Merdeka
Pengusaha jawab tantangan Jokowi bangun infrastruktur di luar Jawa pembangunan jalan di Sukasari. ©2016 Merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang kontraktor maupun pengusaha swasta untuk mengerjakan proyek infrastruktur di luar Jawa. Tantangan itu sengaja diberikan Jokowi karena proyek di luar Jawa kurang menarik secara bisnis. Untuk saat ini, proyek tersebut digarap perusahaan BUMN dalam bentuk penugasan negara.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani menyebut bahwa sebenarnya banyak pihak kontraktor swasta, utamanya dari luar negeri yang telah menawarkan diri untuk menggarap proyek di luar Jawa. Namun hingga saat ini belum terealisasi.

Dia mengakui, secara perhitungan Jokowi tidak salah karena memang sektor infrastruktur bersifat jangka menengah-panjang. Namun demikian, dia tetap meminta agar pemerintah mau memberikan kesempatan pada pengembang swasta untuk menggarap proyek infrastruktur berskala nasional.

"Tapi kita kan skalanya besar. Tidak usah di luar Jawa, di Jawa pun sulit sekali, karena kebanyakan infrastruktur itu memang dipegang oleh BUMN," ungkap dia di Jakarta, Selasa (25/9).

Sebagai tahap awal, pemerintah katanya bisa menyodorkan tawaran kepada pihak swasta untuk menggarap sebuah proyek di Pulau Jawa. "Kalau memang investor itu bisa dapat point di Jawa, dia bisa ngembangin juga di luar Jawa," cetus dia.

Dia mengusulkan ide untuk membuat sistem kerjasama proyek antara perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebab, banyak pihak swasta yang siap untuk terlibat dalam pembangunan negara. "Karena masing-masing ini bersinergi. Jadi jangan hanya diberikan pada BUMN, berilah kesempatan pada swasta, baik dalam negeri maupun asing," kata Shinta.

Sinta bercerita bahwa dia pernah mendapat tawaran dari kontraktor swasta asing seperti dari Prancis dan Belanda untuk ikut andil membangun fasilitas publik, semisal bandara atau pelabuhan. Bahkan, perusahaan dari negara seperti Cekoslovakia saja berminat untuk menjalin kerja sama infrastruktur dengan Indonesia.

"Sebenarnya kalau ditanya banyak. Cekoslovakia saja tertarik, saya saja bingung. Jadi negara-negara yang kita enggak tahu pun sebenarnya mereka tertarik datang ke sini, karena Indonesia itu negara besar," tutur dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini