Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah sebut bunga bank BUMN tak menarik biayai divestasi Freeport

Pemerintah sebut bunga bank BUMN tak menarik biayai divestasi Freeport freeport. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bunga bank BUMN dinilai tidak kompetitif untuk menjadi pemberi pinjaman atau pembiayaan kepada Inalum yang membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Menurutnya, tekanan nilai tukar membuat bank dalam negeri, termasuk bank BUMN, memberikan bunga pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan bank luar negeri.

"Bank BUMN bukannya tidak mau membiayai. Jadi ada tekanan foreign exchange jadi bunga bank dalam negeri itu lebih tinggi dari bank luar negeri," kata Fajar dalam diskusi Lika Liku Akuisisi Saham Freeport, dikutip Antara, Senin (6/8).

Harry menjelaskan dengan perhitungan bunga pinjaman yang diberikan, akan lebih menguntungkan bagi Inalum untuk meminjam dari perbankan luar negeri.

"Kalau bank BUMN lebih kompetitif ya bisa saja. Apalagi bagus karena jadi sinergi BUMN. Tapi untuk pinjaman sebesar ini mungkin juga bank BUMN kita tidak punya alokasi yang besar," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada 11 bank yang siap memodali Inalum untuk membeli saham Freeport Indonesia sebesar USD 3,85 miliar yang ditargetkan selesai dalam dua bulan.

"Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi. Belum bisa bicara (bank-nya)," kata Budi, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7).

Menurut Budi, besaran kucuran dana dari perbankan untuk membeli saham seharga USD 3,85 miliar belum ditentukan, namun akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sementara, saat ini Inalum memiliki uang sebesar USD 1,5 miliar.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP