Pemerintah Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi Lewat Hilirisasi Nikel

Sabtu, 25 Juli 2020 18:30 Reporter : Merdeka
Pemerintah Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi Lewat Hilirisasi Nikel Menko Luhut Panjaitan. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan strategi pemulihan ekonomi salah satunya dengan hilirisasi industri pertambangan. Hilirisasi dianggap sebagai salah satu kebijakan yang sangat strategis dalam menarik minat para investor untuk melirik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Hal tersebut dikarenakan sumbangan terbesar Pendapatan Negara ‎Bukan Pajak (PNBP) berasal dari sektor energi dan pertambangan mineral batubara (minerba) mencapai Rp 172,9 triliun pada 2019. Salah satu yang sedang digenjot saat ini adalah hilirisasi nikel.

"Nikel ini dulu kita hanya ekspor, kira-kira nilainya USD 612 juta setahun. Tapi sekarang kalau dilihat kita sudah ekspor itu USD 6,24 miliar itu setelah menjadi stainless steel slab," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam Webinar Investasi di Tengah Pandemi, Sabtu (25/7).

Di sisi lain, Menko Luhut melihat permintaan mobil listrik akan semakin meningkat di masa depan. Artinya, permintaan untuk baterai litium juga akan meningkat. Ini peluang bagi Indonesia yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

"Baterai ini karena kita memiliki cadangan terbesar dan terbaik nikel ores, kita akan menjadi pemain utama nanti dalam nikel ores ini untuk (diolah menjadi) lithium baterai," tutur Menko Luhut.

Di Eropa, lanjutnya, pengoperasian mobil listrik ditarget pada 2030. Kemudian, cepat atau lambat, Menko Luhut menilai Indonesia juga akan mengadaptasinya. "Dengan demikian, kita secara bertahap akan mengurang fosil energi. Akibatnya, kita akan mengurangi impor crude oil," kata dia.

Baca Selanjutnya: Jokowi Optimistis Hilirisasi Nikel Mampu...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini