Pemerintah Bantah Produk Impor Pertanian China Banjiri Pasar Indonesia

Jumat, 21 Juni 2019 11:37 Reporter : Merdeka
Pemerintah Bantah Produk Impor Pertanian China Banjiri Pasar Indonesia Produk Impor di Supermarket. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) membantah jika produk impor pertanian asal China membanjiri Indonesia. Sebaliknya, peningkatan kinerja ekspor pertanian ke sejumlah negara Asia, termasuk ke China berdampak positif pada neraca perdagangan Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, mengatakan khusus untuk pasar China, nilai pasarnya masih potensial, terutama bagi produk pertanian Indonesia. Hal ini bisa dilihat neraca perdagangan pertanian Indonesia-China pada 2018 yang mengalami surplus sebesar USD 2,265 miliar.

"Nilai ekspor pertanian Indonesia ke China pada 2018 mencapai USD 4,025 miliar, atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan transaksi sebelumnya yang hanya USD 2,058 miliar," jelas dia di Jakarta, Jumat (21/6).

Dia mengatakan beberapa produk yang diekspor diantaranya berasal dari komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

"Contohnya adalah ekspor impor produk pertanian kita dengan Malaysia, di mana neraca dagang pertanian kita selalu positif atau surplus dalam 5 tahun terakhir. Untuk tahun 2019 sampai bulan Maret saja, neraca perdagangan komoditas pertanian Indonesia dengan Malaysia, kita surplus 480,442 ton, dengan nilai USD 241 juta," ujar dia.

Menurut Kuntoro, berdasarkan data sampai Maret 2019, ekspor pertanian Indonesia ke Malaysia mencapai 513,917 ton, senilai USD 287 juta. "Sementara, impor kita dari Malaysia sampai Maret 2019 hanya 33,476 ton, atau senilai USD 44 juta," lanjut dia.

Selain Malaysia, kata Kuntoro, tren yang sangat positif dan surplus ini juga dialami dalam kerjasama dagang dengan negara-negara lain di Asia seperti China, Jepang, Korea dan Filipina.

Kuntoro mengatakan, ada lima produk pertanian yang menjadi andalan ekspor ke berbagai negara di Asia. Kelimanya masing-masing adalah kelapa sawit, karet, kelapa, produk hewan, dan kakao.

"Untuk kelapa sawit masih menjadi andalan kita karena nilainya yang cukup besar. Saat ini kita mencatat sudah sebanyak 3,935 juta ton kelapa sawit diekspor ke China dengan nilai transaksi mencapai USD 2,69 miliar," jelas dia.

Sebenarnya, lanjut Kuntoro, Indonesia masih memiliki potensi mengekspor produk pertanian ke China. Walaupun, sejumlah komoditas hortikultura dan perkebunan mengalami hambatan akses bea masuk yang masih tinggi, di samping adanya standard sanitary and phytosanitary (SPS) yang sulit dipenuhi oleh petani Indonesia.

"Surplusnya neraca perdagangan kita dengan China membuktikan bahwa perdagangan kita masih unggul dibanding mereka. Jadi tidak benar kalau ada yang menyebutkan bahwa produk impor pertanian China membanjiri pasar kita. Justru sebaliknya, produk pertanian kita yang membanjiri pasar mereka," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini