Peluang Turunkan Harga Tiket Pesawat, Berikut Kata Sriwijaya Air

Senin, 15 Juli 2019 15:38 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Peluang Turunkan Harga Tiket Pesawat, Berikut Kata Sriwijaya Air Direktur Niaga Sriwijaya Joseph Tendean Soal Tiket Pesawat. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Maskapai bertarif rendah atau Low Cost Carrier (LCC) seperti Citilink dan Lion Air sudah melakukan penurunan harga tiket pesawat. Namun, maskapai medium service, Sriwijaya Air masih belum tertarik melakukan penurunan harga tiket untuk saat ini.

Direktur Niaga Sriwijaya Air, Joseph Tendean, menjelaskan perusahaan akan melakukan penurunan harga dengan melihat kondisi atau secara seasonal. "Pada saat low season kita agak turun ya kan, ya kita cari-cari cara gimana supaya pesawat kita bisa kita isi ya. Tetap ada strategi untuk nurunin harga ya untuk kita bisa mencapai target kita," kata dia saat ditemui di Jakarta, Senin (15/7).

Kendati demikian dia memastikan perusahaan ke depannya akan melakukan penurunan harga tiket pada saat yang dinilai tepat. Adapun besaran penurunan harga tiket didasarkan pada penghitungan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) yang sudah ditetapkan Kementerian Perhubungan selaku regulator.

"Harus mengacu pada TBA TBB, bisa sampai 15 persen 20 persen (besaran penurunan harganya)," ujarnya.

Sedangkan alasan perusahaan tidak melakukan penurunan harga sekarang ini karena jumlah penumpang masih banyak. Sehingga dianggap bukan saat yang tepat untuk melakukan penurunan harga tiket.

Meski musim libur anak sekolah sudah berakhir, dia mengungkapkan saat ini masih banyak orang yang melakukan perjalanan liburan. Diantaranya adalah orang-orang yang bepergian usai menghindari peak season libur anak sekolah.

"Yang sekarang masih banyak lah, istilahnya orang - orang yang masih harus balik. Ada orang yang liburannya agak telat gitu ya kan kemarin ada yang dia "gue gak mau ah, airport penuh" atau hotel juga kan mahal banget kemarin kan. Mungkin dia mau terbang, terbangnya sekarang," ujarnya.

Bulan-bulan ini, kata dia, masih terhitung sebagai shoulder season dalam kategori musim liburan. Sehingga penurunan harga tiket belum akan dilakukan oleh perusahaan.

"Jadi biasanya ada yang high season, low season, ada yang shoulder ada yang di tengah tengah. Ini kita sekarang masih di shoulder season jadi belum tepat juga kita mungkin (untuk menurunkan harga tiket pesawat)," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini