Pasca Pemilu, Investasi Dipercaya Bakal Mengalir Deras ke Indonesia

Minggu, 21 April 2019 15:00 Reporter : Merdeka
Pasca Pemilu, Investasi Dipercaya Bakal Mengalir Deras ke Indonesia

Merdeka.com - Investasi diyakini akan mulai mengalir masuk ke Indonesia pasca berlangsungnya pemilihan umum (pemilu). Selama ini banyak investor yang menunggu kondisi pasca pesta demokrasi dan kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan terpilih.

Ekonom Asia Development Bank Institute, Eric Suganti mengatakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada 2019 ini investor menyoroti pelaksanaan dan hasil dari pemilu. Banyak yang masih menunggu kondisi di dalam negeri pasca pemilu.

"Ada fenomena bahwa investor di sektor riil dalam posisi wait and see menunggu hasil pemilu 2019," ujar dia di Jakarta.

Pengamat Kebijakan Publik, Sidik Pramono mengatakan, meski pemilu berlangsung relatif aman dan kondusif, namun masih ada satu hal lagi yang harus dipenuhi jika ingin investasi nasional segera tumbuh, yaitu soal kepastian investasi.

Menurut dia, tingginya tingkat ketidakpastian berinvestasi di Indonesia disebabkan oleh kebijakan sering berubah-ubah. Hal ini yang kerap dikeluhkan oleh para investor.‎

"Banyak faktor yang dapat mengubah suatu kebijakan, namun di Indonesia saya melihat seringkali dikarenakan adanya pergantian pimpinan atau adanya kepentingan lain," ungkap dia.‎

Hal tersebut, lanjut Sidik, membuat investor yang merujuk pada suatu kebijakan untuk menjalankan bisnisnya harus mengalami kerugian karena kebijakannya berubah dan tidak sejalan dengan rencana bisnis yang sudah disusun oleh investor.

Kuasa hukum PT Karya Citra Nusantara (KCN), Juniver Girsang menambahkan bahwa banyak investor yang ingin berusaha di Indonesia merasa khawatir akan mengalami kerugian akibat dari ketidakpastian.

"Apa yang dialami oleh KCN sungguh menyedihkan. Bagaimana mungkin kerja sama yang sudah disepakati sejak lama dapat diubah seenaknya oleh KBN yang menjadi mitranya, bahkan sampai digugat. Ini merupakan bukti dari buruknya iklim investasi di Indonesia," kata Juniver.

Juniver menambahkan bahwa mestinya, pengembangan pelabuhan Marunda ini sudah rampung sejak 8-9 tahun lalu. Namun, akibat polemik dan ketidakpastian yang dialami kliennya, jadi tertunda dan terlunta-lunta. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini