Pacu Pertumbuhan Ekonomi Agar Korporasi Tidak Gagal Bayar Utang

Minggu, 6 Oktober 2019 18:38 Reporter : Merdeka
Pacu Pertumbuhan Ekonomi Agar Korporasi Tidak Gagal Bayar Utang Menko Rizal Ramli. ©2016 Merdeka.com/efrimal bahri

Merdeka.com - Mantan Menko Perekonomian pada masa Presiden Abdurahman Wahid dan mantan Menko Maritim Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Rizal Ramli menegaskan, seharusnya tim ekonomi pemerintah kerja keras memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi agar ekonomi membaik dan korporasi swasta sanggup membayar utang dan tidak gagal bayar.

"Resiko gagal bayar utang swasta itu selain karena over ekspansif, tapi juga karena ekonomi yang melambat, dengan perkiraan pertumbuhan di bawah 5 persen," kata Rizal Ramli di Jakarta, Minggu (6/10).

Solusi yang harus diupayakan, lanjut Rizal, adalah kerja keras memacu pertumbuhan ekonomi jadi lebih tinggi, sehingga usaha swasta membaik dan mereka tidak gagal membayar utang.

Sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengingatkan para perusahaan swasta akan adanya resiko gagal bayar utang. "Mereka harus meningkatkan kehati-hatian, apakah kegiatan korporasi akan memunculkan revenue stream seperti semula," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa 1 Oktober 2019.

Kementerian Keuangan, kata Sri Mulyani akan terus memonitor utang korporasi swasta dan juga utang sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain mendesak agar pemerintah fokus memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan situasi yang kondusif untuk investasi, Rizal juga mempertanyakan resiko gagal bayar utang pemerintah. "Utang pemerintah ada resiko tidak? Tolong jujur deh, please," kata Rizal. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini