Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nekat jualan, pedagang tahu tempe kena sweeping

Nekat jualan, pedagang tahu tempe kena sweeping tahu tempe mogok produksi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Mulai hari ini, seluruh perajin tahu dan tempe mogok produksi selama 3 hari ke depan. Imbasnya, tahu dan tempe hilang di pasaran. Kalaupun masih ada pasokan tahu dan tempe, pedagang memilih tidak menjualnya lantaran takut akan ancaman dari perajin tahu dan tempe.

Pantauan merdeka.com di Pasar Mampang, Jakarta Selatan, tidak ada satupun pedagang yang menjual tahu dan tempe. Ada surat edaran dari para perajin tahu tempe se-Indonesia yang meminta pedagang tidak berjualan selama 3 hari ke depan.

"Ada surat edaran kepada para pedagang kalau hari ini tidak boleh ada yang jualan tahu dan tempe selanjutnya untuk 3 hari ke depan, repot juga kan seperti ini," ujar salah satu pedagang tahu tempe,Syarifudinkepada merdeka.com di Jakarta, Senin (9/9).

Ancaman mogok produksi dan berjualan tahu tempe ternyata tidak main-main. Syarifudin menceritakan, jika ada pedagang yang kedapatan menjual tahu dan tempe, maka ada ancaman dari pihak perajin.

Sejak pagi, kata dia, perajin tahu dan tempe menggelar sweeping di beberapa pasar. Syarifudin adalah salah satu yang mengaku mendapat intimidasi dari perajin lantaran masih menjual tahu dan tempe.

"Saya kena sidak, tahu dan tempe semua diambil. Lapak ditutup sama mereka (perajin). Ya kan saya sebagai pedagang cemas hari ini tidak boleh jualan tahu dan tempe, jadi saya pilih pulang saja," jelasnya.

Dengan naiknya harga kedelai impor, Syarifudin mengaku berdampak pada kenaikan harga jual tahu dan tempe. Kini, harga dua panganan kegemaran masyarakat Indonesia itu dijual seharga Rp 6.000-7.000.

"Dulu saya jual biasanya dari Rp 5.000 dan sekarang bisa sampai Rp 7.500," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP