Menteri Teten Siapkan Digitalisasi Koperasi Bersaing di Industri Kopi Tanah Air

Kamis, 25 Juni 2020 16:51 Reporter : Merdeka
Menteri Teten Siapkan Digitalisasi Koperasi Bersaing di Industri Kopi Tanah Air Menkop Teten Masduki. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM mencatat konsumsi kopi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan pesat. Sepanjang periode 2016-2021, konsumsi kopi dalam negeri diprediksi tumbuh rata-rata 8,22 persen per tahun. Bahkan, pada 2016 konsumsi kopi mencapai 250.000 ton dan pada 2020 diprediksi mencapai 353.000 ton.

Peningkatan jumlah konsumsi kop diikuti dengan perkembangan jumlah outlet atau warung kopi di Indonesia. Mengutip Riset Toffin, jumlah outlet kopi pada 2016 masih 1.083 outlet, kemudian melonjak tiga kali lipat menjadi 2.973 outlet pada 2019.

Tingginya konsumsi kopi di Indonesia merupakan potensi bagi pelaku UKM dan Koperasi untuk menjadi supplier (pemasok) bahan baku kopi. Tentunya Kemenkop dan UKM mendorong kemitraan UKM atau koperasi dengan pelaku usaha kopi yang lebih luas.

"Gerai kopi yang semakin meningkat jumlahnya tersebut menjadi potensi bagi koperasi dan UKM menjadi pemasok," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangannya, Kamis (25/6).

Teten mengatakan, koperasi merupakan salah satu produsen kopi yang patut diperhitungkan dalam industri kopi dalam negeri. Ada 47 koperasi kopi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan sebagian merupakan eksportir kopi, antara lain ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Dia menyebut, pemerintah tengah menyiapkan model usaha koperasi berbasis ekonomi kerakyatan, termasuk komoditas di dalam kawasan perhutanan sosial, serta program digitalisasi koperasi.

"Kemenkop UKM akan bekerja sesuai tugas dan fungsinya, yaitu membantu pengembangan model usaha berbasis ekonomi kerakyatan. Untuk komoditas yang berada di dalam kawasan perhutanan sosial, kami bekerja sama dengan Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Harapannya, dengan SCOPI juga bisa dikolaborasikan untuk sektor hilir. Kami prioritaskan 7-10 pilot project untuk dijadikan role model pengembangan koperasi bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Tingkatkan Produktivitas UKM...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini