Menteri Jonan: Harga listrik PLTB harus terjangkau

Minggu, 1 Oktober 2017 19:26 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Menteri Jonan: Harga listrik PLTB harus terjangkau Jonan Kunjungi PLTB Sidrap. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kunjungan kali ini untuk meninjau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang terletak di desa Mattirotase dan desa Lainungan.

Jonan sempat berkeliling melihat PLTB ditemani oleh Bupati Sidrap Rusdi Masse, CEO and Chairman PT UPC Renewables Brian Caffyn, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, dan General Manager PLN Sulselbar Bob Syahril serta beberapa pejabat lainnya.

Jonan berharap, bauran energi terbarukan tersebut bisa diikuti oleh daerah lainnya dengan melihat potensi yang dimiliki seperti angin, air, panas bumi atau arus laut.

Nantinya, kata Jonan, listrik yang dihasilkan bisa menunjang beberapa sektor seperti transportasi. "Bauran energi tersebut nantinya bisa digunakan sebagai bahan bakar mobil listrik," kata Jonan, di lokasi, Sabtu (30/9).

Jonan menegaskan, jangan sampai listrik yang dihasilkan hanya untuk melistriki rumah-rumah. Namun, listrik yang ramah lingkungan tersebut harus dimanfaatkan untuk semua sektor.

Meski demikian, Jonan mengingatkan agar harga listrik dipatok dalam skala yang terjangkau. "Pesan Pemerintah pusat hanya satu, tarifnya harus terjangkau. Tahap 1 PLTB pertama ini tarifnya 11 sen dolar AS per kWh flat, yang tahap kedua bagaimana? Kita nego lagi, kita akan akomodir, saya minta harganya bisa lebih rendah," kata Jonan.

PT UPC Sidrap Bayu Energi merupakan konsorsium UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison dan Binatek Energi Terbarukan, untuk membangun proyek PLTB Sidrap. Dengan fasilitas Maxpower yang menyediakan sebanyak 78,75MW, nantinya PLTB Sidrap pada kuartal pertama 2018 dapat mengirim 70-77MW pada titik interkoneksi.

Jumlah turbin yang akan dibangun total sejumlah 30 turbin, di mana masing plat berkapasitas 2.5 MW WTG pada menara baja setinggi 80 meter. Turbin yang digunakan adalah turbin angin Kelas IIA dengan panjang (jari-jari) baling-baling 57 meter, sehingga total tinggi pembangkit mencapai 137 meter.

Diungkapkan pihak UPC, kedatangan Menteri Jonan kali ini bertepatan dengan tonggak bersejarah di mana UPC Sidrap mulai mendirikan menara dan menaikkan komponen rumah dan bilah turbin menggunakan perangkat derek crawler crane LR 1600 berkapasitas angkat 600 ton yang sudah dimulai pertengahan September kemarin.

Dengan mesin tersebut, UPC Sidrap dan para kontraktornya siap mempercepat pembangunan turbin-turbin angin dalam kurun waktu Oktober-Desember 2017, sehingga PLTB dapat mulai beroperasi sesuai target pada kuartal pertama 2018. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini