Menristekdikti Soal Startup Lokal Dicaplok Asing: Bukan Berarti Kita Mati

Rabu, 10 April 2019 15:36 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Menristekdikti Soal Startup Lokal Dicaplok Asing: Bukan Berarti Kita Mati Menristek Muhammad Nasir. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan tidak perlu ada kekhawatiran startup lokal dibeli asing saat sudah tumbuh dan berkembang. Menurutnya, justru kolaborasi memang dibutuhkan agar startup dapat semakin berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Itu masalah (startup) dibeli oleh asing kaitannya masalah pasar ya. Tidak berarti kalau dibeli, kita terus mati, tidak," kata dia saat ditemui dalam acara Indonesia Startup Summit di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4).

Dia menilai, jika tidak ada kolaborasi, akan sangat sulit mengembangkan diri sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Jika ada startup lokal yang dibeli oleh asing harus menjadi pemicu bagi anak bangsa lainnya menciptakan inovasi dan terobosan baru.

"Manakala kita produk tidak bisa kita kembangkan sendiri maka kolaborasi. Ini tidak bisa kita hidup sendiri, hidup kita harus berkolaborasi. Kallau kita ingin kolaborasi, akan maju. Tapi kalau gak kolaborasi, gak kompetitif," ujarnya.

Dia mengungkapkan ada beberapa kesulitan yang dapat dialami oleh startup jika hanya berdiri sendiri, mulai dari sisi permodalan hingga pemasaran. "Biasanya kalau produk itu dimiliki sendiri, pertama permodalannya berat, pasarnya berat, tapi dengan kolaborasi modal naik, pasar luas," tutupnya.

Sebelumnya, istilah unicorn menjadi salah satu topik yang menjadi perhatian saat Debat Capres beberapa waktu lalu. Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto pun khawatir jika investasi yang ditanamkan ke perusahaan-perusahaan rintisan itu akan dinikmati oleh pihak asing. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini