Menko Luhut soal Pelarangan Mudik: Presiden Tak Mau Bikin Masyarakat Susah
Merdeka.com - Pemerintah masih terus mengkaji kebijakan pelarangan mudik di tengah merebaknya pandemi virus corona. Sebelum memutuskan pelarangan mudik, banyak hal yang perlu diperhatikan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo berpesan agar lahirnya kebijakan tidak membuat masyarakat kecil hidupnya bertambah susah.
"Presiden itu selalu berpikiran begini, orang susah jangan ditambah susah lagi," kata Luhut dalam video konferensi pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Selasa (31/3).
Luhut memahami maksud Jokowi karena pernah berada dalam kondisi yang sama saat masa kecilnya. Hal itu pun sangat masuk akal dalam kondisi saat ini. Untuk itu, saat ini para menteri terkait sedang menghitung besaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan pemerintah kepada masyarakat miskin.
"Apakah ini 40 persen atau 20 persen, lagi dihitung dengan cermat," kata Luhut.
Selain aspek ekonomi, aspek kesehatan juga turut jadi pertimbangan. Penularan virus corona ini perlu ditekan agar tidak melebar ke berbagai wilayah dan makin banyak menelan korban.
Untuk itu saat ini pemerintah fokus pada penerapan kebijakan jaga jarak. "Penularan terjadi kalau kita tidak melaksanakan jaga jarak dengan baik," ujar Luhut.
Imbauan Jangan Mudik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan menyebut sebenarnya Indonesia itu diuntungkan karena memiliki suhu temperatur yang lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Apalagi pada bulan April yang temperaturnya makin tinggi.
Sehingga membuat pergerakan Covid-19 relatif lebih lemah dibanding dengan tempat lain. Hanya saja, ini akan tetap percuma jika pelaksanaan jaga jarak tidak dilakukan dengan baik.
"Terlalu banyak kumpul ramai-ramai ya enggak berlaku itu tadi," kata Luhut.
Meski belum diputuskan akan adanya pelarangan mudik, Luhut mengingatkan jika banyak yang nekat pulang kampung, secara tidak sadar sama halnya dengan memperparah keadaan. Membuat lebih banyak orang berpotensi terpapar virus corona dan meningkatkan risiko kematiannya.
"Sebenarnya kamu tanpa sadar sudah membuat kemungkinan orang meninggal karena perilakumu, atau kamu sendiri," kata Luhut.
Jika masyarakat tidak sadar kan hal ini, kondisi Indonesia bisa lebih parah. Untuk itu dia meminta masyarakat untuk menahan diri untuk tidak mudik ke kampung halaman.
"Jadi tergantung kamu sendiri, kalau tidak ada kesadaran itu sudah membantu jumlah orang meninggal bertambah, jumlah orang susah bertambah," kata Luhut.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya