Menkeu Sri Mulyani: RAPBN 2020 untuk Dukung Visi dan Janji Kampanye Jokowi

Senin, 15 Juli 2019 19:58 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menkeu Sri Mulyani: RAPBN 2020 untuk Dukung Visi dan Janji Kampanye Jokowi Menkeu Sri Mulyani di Sidang Paripurna DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 disusun untuk mendukung program pembangunan di visi-misi dan janji kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Salah satunya terkait anggaran kartu pra kerja untuk pengangguran Indonesia yang direncanakan akan mendapat anggaran Rp 10 triliun.

"Di APBN 2020 didesain dalam rangka untuk mendukung program-program tersebut. Kita berharap pada 2020 ada beberapa belanja yang merupakan janji dari presiden waktu itu," kata Menteri Sri Mulyani usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/7).

Pemerintah juga tengah mendesain nota keuangan terkait pertumbuhan pajak diupayakan cukup tinggi namun tetap realistis. "Tentu kita juga masih akan proses untuk membahas UU perpajakan yang nanti pengaruhnya terhadap tarif dan penerimaan negara mungkin baru dirasakan pada 2020 atau awal 2021," lanjut Menteri Sri Mulyani.

Pihaknya nantinya turut akan menyesuaikan tarif cukai maupun tambahan obyek cukai baru seperti plastik yang bisa meningkatkan dari sisi penerimaan.

Adapun beberapa pos anggaran yang sudah direncanakan sesuai dengan janji presiden untuk lima tahun ke depan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Di mana, jumlah penerima beasiswa akan ditambah menjadi 400.000 siswa pada 4 tahun ke depan. "Dengan demikian ada 4 kali lipat jumlah beasiswa untuk KIP Kuliah," ungkap Menteri Sri Mulyani.

Kemudian, pihaknya juga akan mendesain Rp 10 triliun untuk Kartu Pra Kerja. Di mana, 1 juta orang pelamar kerja melalui pelatihan digital dan 1 juta orang pelamar kerja melalui pelatihan reguler.

Lalu, kartu sembako juga akan dimasukan dalam rancangan anggaran tersebut. Dia menjelaskan jumlah rumah tangga akan diberikan per keluarga akan ditingkatkan pada 2020. "Saat ini desain program masih dibahas antar menteri terkait di bawah koordinator Menko Perekonomian," ungkap Menteri Sri Mulyani. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini