Maknai sumpah pemuda zaman now, kembali dari luar negeri untuk berkontribusi bagi RI
Merdeka.com - Pada 28 Oktober 2018 tepat 90 tahun Sumpah Pemuda dikumandangkan sebagai salah satu motor penggerak masyarakat Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya. Salah satu hal terpenting yang tidak boleh luput dari ingatan adalah penggerak Sumpah Pemuda itu sendiri, yaitu para pemuda calon-calon pemimpin bangsa.
Hingga kini, api semangat para pemuda Indonesia masih tidak padam termakan waktu. Semangat ini pula yang melekat pada Priscilla Anais, perempuan muda tangguh yang memiliki misi memajukan perekonomian Indonesia lewat kontribusinya sebagai CEO Office Manager sekaligus membawahi Divisi Corporate Communications di Tokopedia.
"Inovasi dan perspektif baru yang ditawarkan Priscilla atas beragam pengalamannya telah menjadi aset yang tak ternilai bagi perusahaan. Kami senang dapat membawa pulang anak muda Indonesia dengan misi besar yang sama untuk Indonesia, Priscilla. Kini ia menjadi bagian dari hampir 3.000 anak Indonesia yang setiap harinya berkarya di balik layar, membangun perusahaan teknologi asal Indonesia, Tokopedia, di panggung dunia," ujar William Tanuwijaya, CEO Tokopedia melalui siaran pers, Jakarta, Sabtu (27/10).
Kehadiran Priscilla Anais telah menjadi kekuatan baru bagi perusahaan teknologi dengan platform marketplace terdepan di Indonesia tersebut. Ia berperan dalam berbagai proyek internal Tokopedia, termasuk penyusunan strategi korporasi, riset untuk pembuatan pidato CEO Tokopedia di World Economic Forum, serta menjadi project manager dalam penggalangan donasi Palu dan Donggala (tokopedia.com/galadanapalu).
Dalam memimpin tim, Priscilla memprioritaskan penerapan budaya kerja yang positif dan kolaboratif. Ia juga konsisten memperkenalkan berbagai ilmu dan sistem agar tim bisa bekerja dengan lebih inovatif, efisien dan produktif.
Sejak berusia 16 tahun, Priscilla sudah mulai mengembangkan sayapnya hingga ke luar negeri demi mengasah diri. Atas kerja keras dan usahanya, Priscilla berhasil memegang gelar Bachelor of Development Economics dari Sarah Lawrence College dan MBA dari Harvard Business School, sekolah bisnis paling prestisius di dunia, dengan beasiswa LPDP dari pemerintah.
Di usia yang terbilang muda, ia sudah mencicipi berbagai industri, mulai dengan bekerja di Shakespeare and Company di Paris, menjadi wartawan untuk Reuters, bekerja untuk Parlemen Inggris, menjadi Data Scientist di Microsoft dan Management Consultant di A.T. Kearney. Sampai akhirnya dia bertemu dengan CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan tergerak untuk bergabung.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya