Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Sukses Pendiri Bebek Kaleyo, Buka Bisnis Modal 'Iseng' Berakhir Cuan

Kisah Sukses Pendiri Bebek Kaleyo, Buka Bisnis Modal 'Iseng' Berakhir Cuan Restoran Bebek Kaleyo. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa dipastikan sudah populer dengan resto makanan tradisional Bebek Kaleyo. Sejak beroperasi tahun 2007, Bebek Kaleyo hingga kini tetap eksis di bidang kuliner.

Lalu, siapa pendiri resto Bebek Kaleyo?

Perintis resto Bebek Kaleyo adalah empat bersaudara Hendri Prabowo, Paulus Maria, Fenty Puspitasari dan Rini Cahyanti. Sebelum merintis resto Bebek Kaleyo, keempatnya merupakan pekerja kantoran.

Mengutip Fimela.com, Hendri dan ketiga saudaranya itu berinisiatif untuk membuka bisnis kuliner sebatas ‘iseng’. Sebab, di antara empat orang itu, sama sekali tidak ada yang bisa masak.

Namun, keempatnya tetap gigih untuk membangun bisnis kuliner. Bukan perkara mudah bagi keempatnya untuk merintis Bebek Kaleyo. Mereka gigih melakukan eksperimen agar resto bebek tetap bertahan di tengah ragam bisnis kuliner.

"Basic kami berempat orang kantoran yang tidak bisa masak sama sekali. Tapi semua masakan yang ada di Bebek Kaleyo adalah hasil karya kami berempat," kata Hendri.

Hendri menyampaikan bahwa Bebek Kaleyo berasal dari bahasa Jawa yang terdiri dari dua suku kata. Kale artinya dua, dan Yo adalah ayo. Sehingga jika dimaknai, Bebek Kaleyo berarti ayo beli dua atau ayo datang lagi.

Resep dari Internet

Di awal merintis bisnis Bebek Kaleyo, keempatnya mengumpulkan semua resep masak ayam di internet, dan terkumpul 300 lebih resep. Setiap resep dicoba satu per satu setiap hari.

Hingga satu hari, keempatnya menemukan rasa yang dinilai enak, namun satu sisi rasa enak bagi keempatnya belum tentu cocok di lidah orang lain

"Inilah awal mula bagaimana resep bebek kami muncul. Bersyukur, resep ini ternyata digemari oleh banyak orang," ucapnya.

Bebek Kaleyo, pertama kali dipasarkan di sebuah emperan bengkel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Selama itu pula, Hendri dan saudaranya konsisten menjaga kualitas rasa hingga keempatnya memutuskan membuka cabang di Jakarta dan Bandung.

Tidak Terapkan Sistem Waralaba

Berbeda dengan resto-resto lain, Bebek Kaleyo tidak menerapkan sistem waralaba. Hendri bercerita, saat usia Bebek Kaleyo berumur lima tahun, cita-cita mereka yaitu menerapkan sistem waralaba.

"Namun, ternyata kita telah mengamati beberapa industri franchise. Sayang banyak sekali dari industri ini yang tidak berhasil. Tidak seindah kesan pertama. Jadi 15 Bebek Kaleyo tidak ada frencise, semuanya kita kelola sendiri," jelasnya.

Hendri mengutarakan, ada dua hal yang membedakan Bebek Kaleyo dengan resto lainnya. Pertama, makanan yang disajikan rasanya harus enak dan harganya juga harus terjangkau. Kedua, kami punya visi menjadi berkat bagi semua orang, bukan mencari keuntungan saja. 

Hendri dan ketiga pendiri Bebek Kaleyo berprinsip agar semua orang dari beragam kalangan bisa menikmati makanan ini. Maka, tidak heran jika di setiap cabang Bebek Kaleyo ada banyak pembeli yang mengantri, tidak pernah sepi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP