Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Rakesh JhunJhunwala Jadi Miliuner Terkenal di India, Punya Uang USD 5,8 Miliar

Kisah Rakesh JhunJhunwala Jadi Miliuner Terkenal di India, Punya Uang USD 5,8 Miliar Ilustrasi orang kaya. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Merdeka.com - Nama Rakesh JhunJhunwala mungkin tidak seterkenal Bill Gates ataupun Warren Buffett. Namun, Rakesh merupakan seorang miliuner dan investor terkenal dari India. Pria kelahiran Mumbai, 15 Juli 1960 ini telah menghembuskan napas terakhir pada hari ini Minggu (14/8).

Kisah Rakesh hingga menjadi miliuner sangat inspiratif. Ayahnya merupakan seorang pegawai pajak penghasilan pas-pasan. Sedari kecil, dia selalu mendengarkan percakapan ayahnya dengan teman-teman mengenai diskusi pasar saham.

Dengan rasa ingin tahu yang luar biasa tersebut, dia bertanya kepada ayahnya mengenai pasar saham, dan sang ayah akhirnya menyarankan Rakesh untuk membaca koran yang memuat berita tentang fluktuasi harga saham.

Hari demi hari dia lalui untuk membaca koran tentang saham, dan tidak berhenti bertanya kepada sang ayah ketika dia merasa bingung akan saham.

Setelah mengetahui dari hulu ke hilir tentang saham, akhirnya Rakesh pun mengungkapkan keinginan untuk berkarir di pasar saham.

Dia pun lulus sebagai akuntan CA dan memulai berkarir di pasar saham. Tentu perjuangan untuk bisa sukses menjadi seorang miliuner dan investor melalui banyak rintangan.

Awal Mula di Pasar Saham

Ketika Rakesh masuk ke pasar saham, dia memulia dengan Rs 5000 pada tahun 1985. Setelah itu, Rakesh pun dapat meminjam sejumlah 2,5 lakh dari salah satu klien saudaranya dengan janji untuk pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito tetap.

Kemudian Rakesh membeli 5.000 lembar Tata Tea seharga Rs 43. Setelah 3 bulan, saham yang sama perdagangan pada Rs 143. Dengan menjual saham Tata Tea Rakesh mendapat keuntungan 3 kali lipat dari satu transaksi itu.

Ini merupakan awal yang signifikan setelah fase perjuangan Rakesh untuk bisa pandai dalam bermain saham.

Pada tahun 1988, dia membeli saham Sesa Goa senilai 2,5 lakh dengan harga 28 rupee dan 2,5 lakh saham lainnya seharga 35 rupee. Setelah enam bulan, harga Sesa Goa naik menjadi 65 rupee.

Dengan penghasilan yang didapatkan dari membeli saham dan bermain investasi tersebut Rakesh pun akhirnya mendirikan perusahaan Rakesh Jhunjhunwala bernama Rare Enterprises.

ini merupakan sebuah perusahaan manajemen aset tempat dia mengelola portofolionya sendiri. Rare adalah singkatan dari huruf awal Rakesh Jhunjhunwala dan Rekha Jhunjhunwala.

Berlanjut ke Tahun 2002

Pada 2002-2003, dia membeli saham Titan Company (merek perhiasan besar) dengan harga rata-rata 4,5 rupee per saham. Stok Titan meningkat menjadi 80 rupee kemudian turun menjadi 30 rupee setelah beberapa waktu. 

Karena ini, nilai portofolio Rakesh Jhunjhunwala kehilangan lebih dari 300 crore tetapi, dia tidak menjual satu saham pun dengan harga  30  rupee. Karena dia percaya bahwa Titan pasti akan tumbuh.

Tentu rintangan sudah banyak Rakesh lalui. Dia memiliki kesabaran dalam berbisnis pemasaran saham. Menjadi seorang pebisnis seperti Rakesh sangat membutuhkan sifat sabar yang tinggi. 

Tantangan tidak hanya di Titan Company saja, tetapi ada juga berbagai perusahaan dimana Rakesh menunjukkan tingkat kesabarannya yang luar biasa. 

Dia percaya bahwa pengalaman adalah salah satu roda investasi. Ini adalah salah satu alasan keberhasilan investasi Rakesh Jhunjhunwala.

Menurut Rakesh, menjadi seorang investor pun harus aktif supaya dikenal oleh para investor lainnya. Memiliki gairah dan bersemangat untuk mencapai tujuan juga sangat diperlukan. 

Awalnya, dia tidak menjadikan pemasaran saham sebagai profesinya tetapi karena Rakesh sangat bersemangat terhadap pasar saham dia pun akhirnya sangat menikmatinya. 

Karena dia sangat terkenal dia pun mendapatkan julukan sebagai Warren Buffett. Saat ini kekayaan bersih Rakesh sebanyak USD 5,8 miliar. 

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP