Keponakan Luhut Resmi Ditunjuk Jadi Komisaris BEI

Selasa, 30 Juni 2020 14:16 Reporter : Anggun P. Situmorang
Keponakan Luhut Resmi Ditunjuk Jadi Komisaris BEI Bursa Efek Indonesia. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini, Selasa (30/6). Dalam RUPS BEI tersebut membahas 3 agenda, salah satunya pergantian posisi di jajaran Komisaris perusahaan.

Adapun, salah satu nama komisaris baru, Pandu Patria Syahrir menarik perhatian karena dirinya merupakan keponakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan, untuk posisi Komisaris Utama masih dijabat oleh John A. Prasetyo. "Untuk Komisaris Utama tetap Pak John, beliau mewakili dari profesional," ujar Inarno dalam konferensi pers daring.

Lalu, tercatut pula nama Mohammad Noor Rachman Soejoeti sebagai komisaris mewakili pihak regulator serta Heru Handayanto dan Karman Pramuhardjo sebagai komisaris mewakili pihak anggota bursa.

Adapun Pandu sendiri merupakan Direktur PT Toba Bara, dikutip dari laman resmi Toba Bara. Pandu juga merupakan salah satu komisaris Gojek, berdasarkan informasi dari firma konsultasi investasi Momentum Works, dilansir dari Deal Street Asia (27/6) lalu.

Dengan demikian, berikut deretan komisaris BEI untuk periode 2020-2023:

Komisaris Utama: John A. Prasetio
Komisaris: Mohammad Noor Rachman Soejoeti
Komisaris: Heru Handayanto
Komisaris: Karman Pamurahardjo
Komisaris: Pandu Patria Syahrir

1 dari 1 halaman

Pendapatan Usaha

Dalam RUPS BEI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4 persen dari pendapatan usaha di 2018 yakni Rp1,38 triliun. Secara keseluruhan jumlah total pendapatan perusahaan sebesar Rp1,91 triliun atau meningkat 16,2 persen dari tahun 2018 yakni Rp1,64 triliun.

Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, pihaknya juga membukukan nilai total aset sebesar Rpp7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8 persen dari tahun 2018. Total kewajiban Perusahaan (liabilitas) sebesar Rp2,75 triliun atau turun 5,8 persen dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa.

"Total ekuitas Perusahaan sebesar Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6 pesen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6).

Jumlah beban di 2019 sebesar 1,33 triliun atau meningkat 5,3 persen dari tahun 2018. Meski terdapat kenaikan beban, perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar di tahun 2019 atau tumbuh 67,4 persen.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Keponakan Luhut Resmi Ditunjuk Jadi Komisaris BEI
Data BEI: Investor Milenial Usia di Bawah 40 Tahun Kuasai 70 Persen Pasar Modal
IHSG Menguat 1,27 Persen Selama Sepekan
IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini
Menko Airlangga Tugaskan BEI Tarik Kembali Modal Asing ke Dalam Negeri
IHSG Menguat 4,08 Persen Selama Sepekan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BEI
  3. Luhut Panjaitan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini