Kapolri: Saat ini bukan era militerisme tetapi peperangan ekonomi

Senin, 20 November 2017 15:12 Reporter : Saugy Riyandi
Kapolri Jendral Tito Karnavian. ©2016 Merdeka.com/Adriana Megawati

Merdeka.com - Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan saat ini bukan lagi era kekuatan militerisme yang dipegang di dunia. Namun, katanya, peperangan saat ini lebih kepada peningkatan ekonomi negara masing-masing.

Menurut Tito, era militerisme terjadi saat zaman kerajaan romawi. Saat ini, peradaban sudah mengarah konstruktivisme atau zaman pembangunan.

"Ini pertarungannya adalah ekonomi. siapa yang ekonominya kuat, dia akan menjadi dominan. Nah dalam pertarungan ekonomi ini, Indonesia memiliki potensi menjadi negara dominan," ujar Tito di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/11).

Tito menegaskan, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang mendominasi perekonomian dunia. Menurut Tito, ada tiga alasan Indonesia bisa menguasai ekonomi dunia.

Alasan pertama, Indonesia memiliki populasi besar yang dapat menjadi sumber potensial angkatan kerja. Kedua, sumber daya alam melimpah dan terakhir, luas wilayah dan tiga zona waktu. "Nah ini menjadi modal penting bagi kita untuk menjadi negara ekonomi yang dominan," jelasnya.

Dalam survei lembaga keuangan dunia, Indonesia bisa menjadi empat besar negara dengan ekonomi tertinggi di dunia. Saat ini, Indonesia masih masuk ke negara G20 dan menduduki peringkat 16 besar ekonomi tertinggi dunia.

"Nah persoalannya kita, ada dua yang harus kita jaga. yaitu stabilitas politik harus dijaga, stabilitas keamanan harus dijaga. jangan kita ribut cakar-cakaran di dalam. Negara yang paling solid di dalam dia bisa memenangkan pertarungan," Tegas Tito.

"Jadi kita harus berpikir jangan in work looking melihat ke dalam, ribut kembali ke masalah suku, agama, ras, yang sumpah pemuda sudah selesai harusnya 1928. kita harus out work looking, kita melihat kompetitor negara lain, itulah saingan kita. Jadi bukan bangsa sendiri kita bersaing. Dinamika politik boleh, tapi jangan mengorbankan perpecahan, suku agama ras," lanjutnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini