Jokowi Usulkan 3 Hal Cegah Ancaman Hilangnya Dekade Pembangunan

Jumat, 24 Juni 2022 22:44 Reporter : Siti Nur Azzura
Jokowi Usulkan 3 Hal Cegah Ancaman Hilangnya Dekade Pembangunan Presiden Joko Widodo. ©Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan tiga hal yang harus dilakukan untuk mencegah ancaman dekade pembangunan yang hilang. Menurutnya, harus ada tindakan segera demi mencegah ancaman dekade pembangunan yang hilang di tengah tantangan ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan yang dihadapi seluruh dunia.

"Untuk itu ada tiga langkah yang harus kita jalani bersama. Pertama, sinergi untuk mengatasi 'emerging challenges'," kata Jokowi dalam Dialog Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Global, dikutip Antara, Jumat (24/6).

Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia, yang saat ini memegang presidensi G20 dan menjadi bagian Global Crisis Response Group, akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan.

Dia mengaku banyak mencatat banyak inisiatif lain dari berbagai pihak. Di mana inisiatif-inisiatif tersebut harus saling bersinergi dan memperkuat, memperhitungkan suara negara-negara berkembang, serta mengedepankan dialog.

"Kedua memperkuat kemitraan global untuk SDGs dengan fokus pada pendanaan pembangunan," katanya.

Kesenjangan pendanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) mengalami peningkatan dari USD2,5 triliun per tahun sebelum pandemi menjadi USD4,2 triliun per tahun pasca pandemi. Menurutnya, kesenjangan itu harus ditutup dan BRICS sebagai forum negara-negara ekonomi baru yang dihuni Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, bisa memainkan peran sebagai katalis munculnya inovasi pendanaan tersebut.

"Pendanaan inovatif harus dimajukan, terutama peranan sektor swasta harus diperkuat. BRICS harus dapat menjadi katalis bagi penguatan investasi di negara-negara berkembang," katanya.

2 dari 2 halaman

Jokowi menegaskan, Indonesia juga akan memanfaatkan posisi presidensi G20 untuk mendorong investasi yang menciptakan nilai tambah bagi negara berkembang.

Dia juga mendorong agar inisiatif pembangunan global (GDI) turut menjadi karalis pencapaian SDGs. Hal itu antara lain lewat penyelarasan GDI dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), di mana elemen pencapaian SDGs menjadi salah satu ruh dan prioritas kerja sama tersebut.

"Yang ketiga, sumber-sumber pertumbuhan baru harus diperkuat," kata Jokowi.

Kerja sama yang dilakukan oleh BRICS bersama negara-negara mitra harus disertai dukungan untuk transformasi digital yang inklusif, pengembangan industri hijau dan infrastruktur hijau, serta memperkuat akses negara-negara berkembang dalam rantai suplai global.

Ancaman dekade pembangunan yang hilang di banyak negara disebutkan dalam Laporan Pendanaan Pembangunan Berkelanjutan (FSDR) 2021 yang diterbitkan PBB. Lantaran pandemi COVID-19 perekonomian global mengalami resesi terburuk dalam 90 tahun, dengan dampak terbesar dirasakan kelompok masyarakat paling rawan.

Laporan tersebut memperkirakan 114 juta pekerjaan hilang dan sekira 120 juta orang kembali terjerembab dalam kemiskinan ekstrem, sehingga dibutuhkan aksi nyata untuk mencegah ancaman dekade pembangunan yang hilang di banyak negara. [azz]

Baca juga:
Per 17 Juni 2022, Pembiayaan Pengadaan Lahan PSN Capai Rp6,2 Triliun
Anak Usaha PT PP Mulai Bangun SPAM Tanah Merah, Target Beroperasi 2023
Proving Ground Ditargetkan Selesai 2023, RI Tak Perlu Uji Kendaraan di Luar Negeri
Infrastruktur Canggih di Ibu Kota Baru, Termasuk Kereta Gantung Seperti di Korea
Ingin Seperti Jepang, akan Ada Kereta Gantung di Ibu Kota Baru
Proyek Terowongan Terpanjang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini