Jokowi: Tak Mau Belajar Teknologi Baru, Insinyur dan Dokter Bakal Digantikan Robot

Rabu, 13 Oktober 2021 18:25 Reporter : Merdeka
Jokowi: Tak Mau Belajar Teknologi Baru, Insinyur dan Dokter Bakal Digantikan Robot Kunjungan Jokowi di Indramayu. ©2021 Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk terus terbuka pada wawasan baru di era digital saat ini. Terutama dengan kehadiran teknologi canggih seperti robot, yang diperkirakan bakal mengambil alih peran sejumlah tenaga ahli seperti insinyur dan dokter.

Presiden Jokowi mengatakan, efek perubahan zaman sudah terasa pada profesi-profesi konvensional seperti kasir, yang kerjaannya telah digantikan oleh teknologi.

"Ke depan akan lebih banyak lagi berubah jadi fintech. Penerjemah, sudah banyak sekali sekarang hilang karena ada aplikasi translation. Insinyur-insinyur juga bisa diganti, hati-hati dengan advanced robotic," ujarnya, Rabu (13/10).

Presiden pun menyebut, profesi sebagai dokter juga harus bisa menjawab tantangan zaman. Mereka diimbau agar tidak hanya fokus seputar hal-hal medis saja, tapi juga harus mau mempelajari urusan robot.

"Dokter sekarang sudah terjadi bukan hanya urusan obat dan lainnya, tapi juga harus ngerti urusan robotik. Karena surgery saat ini bisa dilakukan dengan advanced robotic, dan jarak jauh lagi," kata Presiden Jokowi.

"Perkembangan-perkembangan seperti ini kalau tidak kita segera antisipasi, bisa tertinggal kita. Jadi dokter di fakultas kedokteran harus segera mulai ada mata kuliah robotik, sehingga skill-hal-hal baru selalu di-update teknologinya," imbuhnya.

Oleh karenanya, Presiden Jokowi meminta agar perguruan tinggi bisa menjawab kebutuhan zaman akan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Sehingga para mahasiswa bisa mengembangkan potensinya di luar jurusan yang mereka ambil.

"Pendidikan tinggi kita harus memfasilitasi pengembangan talentanya. Jangan dipagari oleh program-program studi yang justru membelenggu, karena semuanya akan hybrid, hybrid knowledge, hybrid skill. Sehingga yang namanya mahasiswa harus paham semua," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Pesan Jokowi: Mahasiswa Jangan Belajar...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini