Intip Tips Sukses Berbisnis Jastip yang Tengah Naik Daun

Sabtu, 28 September 2019 16:30 Reporter : Merdeka
Intip Tips Sukses Berbisnis Jastip yang Tengah Naik Daun Ilustrasi berbelanja jastip. ©Shutterstock/Yuri Arcurs

Merdeka.com - Usaha Jasa Titip (Jastip) mulai muncul di Indonesia sejak 2016 silam. Namun, peluang bisnis ini mulai marak di 2018. Para pelaku usaha jasa titip ini kerap menawarkan berbagai macam produk dari luar negeri maupun dalam negeri.

Laiknya bisnis pada umumnya, pelaku jasa titip ini harus memenuhi sejumlah kriteria agar mencapai kesuksesan. Diantaranya berkomitmen untuk menjual barang yang legal, berkualitas, dan aman digunakan bagi konsumen nantinya. Ditambah lagi, para pelaku jastip ini harus memberikan pelayanan dan kualitas yang baik kepada para penitip.

Hal tersebut yang diungkapkan oleh Pengamat Gaya Hidup, Sonny Muchlison. Dia menekankan jika para pelaku jasa titip ini harus memiliki komitmen dan rasa tanggung jawab kepada para konsumennya. Sebab, membeli barang titipan untuk konsumen menyangkut rasa kepercayaan bagi setiap individunya.

"Ini kan karena para penitip tidak mengetahui kondisi barang aslinya seperti apa, tetapi mereka sudah harus membayar uang muka. Maka dari itu, para pelaku jastip ini harus memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen bahwa barang yang ditawarkannya ini memang ada dan berkualitas," ucapnya saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (28/9).

Dia menambahkan metode jastip umumnya tidak pernah dilakukan tatap muka antar penjual dan pembeli. Penjual hanya menawarkan dan menjajakan produknya melalui foto. Oleh karena itu, para pelaku jastip ini harus memberi barang yang sesuai dengan foto yang diunggahnya.

"Singkatnya, para pelaku ini harus memberi barang yang sesuai dengan ekspektasi pembeli. Jangan sampai nanti produk yang ada di foto, hasilnya tidak sesuai ketika barang itu sampai ke tangan konsumen," tandasnya.

Sebagai informasi, aplikasi untuk jastip pun sudah mulai bermunculan saat ini. Beberapa diantaranya seperti Airfrov dan HelloBly. Aplikasi ini menjadi wadah antara para traveler dan penitip yang ingin membeli barang namun tidak ada di Indonesia.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

Baca Selanjutnya: Cara Agar Jastip Berjalan Tanpa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini