Ini kata Pertamina soal harga BBM turun bulan depan

Rabu, 28 September 2016 18:20 Reporter : Siti Nur Azzura
Ini kata Pertamina soal harga BBM turun bulan depan Premium. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah akan kembali menentukan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Oktober 2016. Meski begitu, pemerintah masih mengumpulkan data pergerakan harga minyak selama tiga bulan terakhir dalam menentukan harga BBM bulan depan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan Pertamina akan mendukung keputusan pemerintah dalam penentuan harga BBM. Sebab, pihaknya hanya bertugas untuk menyediakan BBM kepada masyarakat.

"Kalau saya (Pertamina) tidak mengikuti beliau (pemerintah) apa yang naik, apa yang turun, kan ini memang wewenang pemerintah. Tugas Pertamina adalah bagaimana semua distribusi yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik," kata Wianda di Jakarta, Rabu (28/9).

Meski begitu, dia mengaku Pertamina sudah berdiskusi dengan pemerintah mengenai penentuan harga BBM untuk periode Oktober 2016 ini. Terutama, mengenai penjualan berbagai jenis BBM di masyarakat.

"Semuanya sudah dilaporkan, ada peningkatan signifikan. Pengguna pertalite dan pertamax sampai September sudah mengambil porsi sebanyak 45 persen, dari seluruh porsi konsumsi gasoline nasional. Premium itu tadinya yang 75.000 KL per hari, sekarang cuma hanya 55.000 KL per hari," imbuhnya.

Namun, Wianda sendiri belum bisa mengatakan harga BBM nanti akan turun atau naik. Selain itu, dia juga belum mengetahui kapan keputusan tersebut akan dipublikasikan.

"Silahkan ditanya kepada Pak Dirjen Migas (IGN Wiratmaja Puja) untuk kenaikan atau penurunan BBM jenis penugasan, nanti dicek ke Pak Dirjen," jelas Wianda.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengumumkan hasil evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar pada 3 Oktober mendatang. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang masih menetapkan harga Premium dan Solar setiap 3 bulan.

Direktur Jenderal Migas (Minyak dan Gas Bumi) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja memberi sinyal bahwa harga Premium akan turun dan Solar naik pada awal Oktober mendatang. Perubahan harga terjadi karena harga minyak dunia masih bertahan rendah.

"Akan ada sedikit perubahan. Premium turun dan Solar naik. Harga nanti kita diskusikan dulu ke Pak Menteri (Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan) nanti kebijakannya seperti apa," katanya saat di temui di gedung DPR, Senayan, Kamis (22/9).

Kenaikan harga Solar diprediksi sekitar Rp 300 sampai Rp 500 per liter. Namun, Wirat enggan memprediksi besaran harga Premium yang akan turun. "Kan harus tunggu tanggal 25 bulan ini dihitung totalnya jadi berapa,"

Sebagai Informasi, harga Premium turun per 1 April 2016 sampai bulan ini menjadi sebesar Rp 6.450 per liter dan di daerah sekitar Rp 6.550. Sedangkan harga Bio Solar Rp 5.150 per liter dan Minyak Tanah Rp 2.500 per liter. [sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini