Ini 6 bisnis yang banyak dicari di era Masyarakat Ekonomi ASEAN

Selasa, 14 Februari 2017 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Ini 6 bisnis yang banyak dicari di era Masyarakat Ekonomi ASEAN Ilustrasi manajer usaha retail. ©2014 Merdeka.com/gettyimages.com/Don Arnold

Merdeka.com - Pembukaan pasar bebas di lingkup negara-negara ASEAN telah resmi diberlakukan sejak Januari 2016. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau yang juga dikenal dengan ASEAN Economic Community (AEC) membuka kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk bisa lebih kompetitif lagi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebab, memang prioritas dari setiap kebijakan MEA bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi di setiap negara tersebut.

Salah satu kebijakan yang populer dari MEA adalah menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal. Dengan terciptanya pasar tunggal berbasis produksi yang berdaya saing tinggi, serta dengan didukung oleh integritas dari sisi regulasi perdagangan maka kebijakan MEA bakal membuka peluang sebesar-besarnya bagi semua negara ASEAN untuk melakukan investasi, penambahan fasilitas dan daya saing yang lebih luas.

Bagi Indonesia sendiri, perdagangan bebas MEA ini ibarat memiliki dua sisi mata pisau, bisa jadi merugikan dan juga menguntungkan. MEA bisa menguntungkan karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa untuk dipasarkan di luar negeri.

Selain itu, dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, Indonesia juga menjadi pasar yang potensial untuk digarap oleh negara-negara lain. Oleh karena itu pemerintah sudah bersiap-siaga sejak dini untuk mensosialisasikan dampak positif atau negatif dengan adanya MEA ini.

Terbentuknya integrasi kawasan ASEAN sebagai pasar tunggal membuat tantangan pebisnis di era MEA ini juga akan semakin besar. Dengan hadirnya MEA, sebenarnya menjadi peluang bagi banyak sekali orang yang sedang merintis atau mengembangkan usahanya khusus untuk menjemput pasar bebas ASEAN tersebut.

Berikut ini jenis-jenis usaha atau bisnis yang bisa berkompetisi secara ketat dan memiliki potensi yang sangat bagus sehingga banyak dicari di era MEA, seperti dikutip Cermati.

1 dari 6 halaman

Sektor UMKM

UMKM. doc/merdeka.com

Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sejauh ini sudah terbukti memiliki daya tahan yang bagus di segala kondisi. Salah satu buktinya adalah saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1998, di mana sektor UKM kehilangan nahkoda di bidang ekonomi di era krisis, usaha kecil dan menengah mampu bertahan di tengah badai krisis tersebut.

UMKM bisa meliputi segala hal di bidang jasa maupun produk. Jumlah UMKM di Indonesia sangat banyak. Tinggal mereka harus mengembangkan potensi yang ada untuk siap head to head bersaing dengan negara-negara ASEAN pada khususnya dan kompetitor dari negara lain secara umum.

Namun, sampai saat ini masih banyak kendala yang dialami oleh para pelaku UKM, khususnya mengenai kualitas produksi yang rata-rata belum mampu bersaing di kelas internasional. Sebenarnya banyak sekali potensi yang dimiliki oleh UMKM di Indonesia, tinggal mereka menstandarkan produknya agar bisa bersaing di era MEA.

2 dari 6 halaman

Sektor investasi

Ilustrasi investasi. ©2012 Shutterstock/Gorilla

Sektor investasi yang menjadi incaran bagi para pelaku bisnis adalah investasi di bidang properti. Dengan tingginya tingkat mobilitas orang dari negara-negara ASEAN dan dari negara lain, maka akan semakin menciptakan pasar baru di bidang properti.

Karena tidak mungkin dengan adanya mobilisasi orang tanpa diikuti oleh pembangunan tempat tinggal. Di kota-kota besar atau di daerah kawasan wisata bisnis investasi di bidang properti seperti apartemen dan perumahan menjadi prospek yang sangat bagus.

Selain di bidang properti, pilihan investasi juga bisa diarahkan pada sektor pertanian. Indonesia yang memiliki iklim tropis menjadikan usaha di bidang pertanian sangat prospek.

Dalam hal ini pemerintah juga memberikan perhatian lebih. Pemerintah ke depannya sudah mencanangkan program ketahanan pangan. Hal ini sebenarnya sangat terlambat, akan tetapi lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Dengan kondisi alamnya yang sangat subur dan gemah ripah lohjinawi ini, ternyata Indonesia masih menduduki peringkat ke-70 dalam hal ketahanan pangan. Dalam kesempatan MEA ini para petani Indonesia bisa lebih serius dalam mempertahankan kualitas produknya sehingga hasil panennya bisa memenuhi standard dan bisa bersaing baik di tingkat domestik maupun internasional.

3 dari 6 halaman

Sektor usaha di bidang pendidikan

ilustrasi mengajar. © monroviaweekly.com

Setiap negara yang maju membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas pasti membutuhkan pendidikan yang berkualitas.

Meskipun sudah ada banyak sekali institusi pendidikan di Indonesia, namun kebutuhan akan tenaga ahli masih sangat diperlukan.

Usaha di bidang pendidikan merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan apalagi dengan adanya MEA tersebut. Contoh usaha di bidang ini yang banyak dilirik bagi para pelaku usaha adalah yang menyangkut dengan ketrampilan bahasa dan teknologi. Sebut saja kursus bahasa Inggris, kursus di bidang Internet dan lain sebagainya.

4 dari 6 halaman

Sektor usaha kreatif

Ilustrasi ide kreatif. ©Shutterstock/Dusit

Usaha kreatif selalu saja mampu membuka peluangnya sendiri. Usaha seperti ini sangat cocok diterapkan di era MEA seperti sekarang ini.

Semua orang membutuhkan inovasi dan hal baru dalam kehidupannya. Lingkup usaha kreatif sangat luas mulai dari penyedia jasa maupun barang.

Saat ini, bahkan telah banyak pelaku usaha Indonesia yang telah mampu menembus pasar Internasional dengan produk maupun jasa kreatifnya. Pada tahun 2014 saja, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) telah mencatat ada 30 franchise asing yang masuk ke Indonesia, dan rata-rata mereka menawarkan inovasi produk yang bisa dibilang sangat kreatif.

Peluang usaha kreatif tidak memiliki batas apapun karena usaha ini bisa dibilang sangat sulit untuk disaingi akibat kreatifitas yang dimilikinya. Hanya orang yang benar-benar memiliki kreatifitas saja yang dapat terjun ke dalam bisnis atau usaha kreatif ini.

Di Indonesia sudah banyak yang bermain di sektor ini, sebut saja kerajinan Jepara, produk tembaga dari Jawa Tengah dan lain sebagainya.

5 dari 6 halaman

Sektor bisnis online

Ilustrasi startup. © CBC

Bisnis berbasis internet ini juga menjadi usaha yang banyak dilirik oleh kalangan pengusaha di era teknologi informasi saat ini. Banyak sekali startup bisnis online yang mulai tumbuh di Indonesia, meskipun kita masih saja kalah jauh dengan negara lain seperti India misalnya.

Cakupan bisnis online juga sangat banyak mulai dari bisnis jasa hingga produk. Sektor usaha jasa yang banyak dilirik adalah jasa yang berhubungan dengan dunia internet itu sendiri seperti konsultasi online, jasa penulisan hingga urusan legalitas.

Meskipun demikian bisnis online juga bisa diperuntukkan untuk transaksi dalam bentuk produk fisik atau barang. Dengan adanya fasilitas online seperti website, blog dan media sosial bisa menjadi sarana yang sangat menjanjikan untuk menopang produksi maupun kegiatan e-commerce tersebut.

Dengan hadirnya MEA, aktifitas e-commerce semakin mudah mengingat pasar yang dijangkau bisa lebih luas dengan dukungan dan proses distribusi barang yang semakin mudah.

6 dari 6 halaman

Sektor pariwisata

Danau Toba, Sumatera Utara. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/littlewormy

Indonesia kaya akan daerah wisata alam. Usaha atau bisnis yang berkaitan dengan pariwisata bisa menjadi alternatif bisnis yang menjanjikan di era MEA. Banyak pelaku usaha yang melirik potensi ini. Mereka bisa saja mendirikan jasa transportasi, penyediaan tempat penginapan hingga produksi oleh-oleh yang ditujukan untuk para wisatawan.

  [sau]

Baca juga:
Ini 6 bisnis dengan modal kecil bisa untung ratusan juta
Modal Rp 5 juta, Ali sehari dapat Rp 300 juta
Ini cara bisnis keluarga di Jepang bertahan meskipun tanpa pewaris

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini