Ikuti Aturan Baru Harga Minyak Goreng, Makanan Warteg Bakal Lebih Mahal

Kamis, 17 Maret 2022 09:51 Reporter : Sulaeman
Ikuti Aturan Baru Harga Minyak Goreng, Makanan Warteg Bakal Lebih Mahal Warteg khas Indonesia di Amerika Serikat. YouTube M HIDAYAT ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Keputusan pemerintah untuk melepas harga minyak goreng kemasan atau premium mengikuti harga keekonomian atau mekanisme pasar begitu dirasakan pelaku usaha sektor kuliner. Khususnya usaha warung tegal atau warteg.

Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, harga jual makanan di warteg akan ikut naik dalam waktu dekat imbas mahalnya harga minyak kemasan. Hal ini untuk menutup potensi kerugian di tengah mahalnya berbagai bahan pangan.

"Dengan kenaikan (harga) minyak kemasan, kami juga akan mengadaptasi harga menu-menu di warteg," katanya saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Kamis (17/3).

Mukroni menyampaikan, keputusan untuk menaikkan harga makanan di warteg saat ini sudah bersifat mendesak. Menyusul, terus naiknya harga sejumlah bahan pangan termasuk minyak goreng yang biasa digunakan untuk mengolah aneka masakan.

"Seperti yang sudah mulai naik dari cabai, gula, minyak dan sebagainya," bebernya.

Untuk itu, Mukroni meminta pemerintah lebih serius dalam menghadapi lonjakan sejumlah bahan pangan. Mengingat, masih adanya potensi kenaikan harga jelang bulan suci Ramadan 2022.

"Pemerintah harus bisa menyediakan barang-barang yang murah agar bisa terjangkau masyarakat yang daya belinya belum pulih akibat pandemi Covid-19," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Minyak Goreng Kemasan Tak Lagi Murah, Ikuti Harga Pasar

kemasan tak lagi murah ikuti harga pasar

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 11.500 untuk minyak goreng curah per liter, Rp 13.500 untuk minyak kemasan sederhana dan Rp 14.000 untuk minyak goreng medium. Sementara itu, pemerintah hanya memberi subsidi untuk minyak goreng curah, sehingga harganya ditetapkan sebesar Rp14.000 per liter.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, harga minyak goreng kemasan dikembalikan ke harga keekonomiannya atau ke harga pasar.

"Kemarin sudah diumumkan setelah ratas, harga minyak goreng kemasan kembali ke ekonomiannya atau sesuai dengan harga pasar. Sementara harga minyak goreng curah diatur dengan harga Rp14.000 per liter," kata Musdhalifah saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (16/3).

Dengan demikian, maka harga minyak goreng murah hanya untuk minyak goreng curah. Hal ini menanggapi harga minyak goreng kemasan yang kini dijual lebih mahal.

Sementara itu, saat ini Kementerian Perdagangan tengah melakukan proses pencabutan ketentuan tersebut untuk menyesuaikan harga minyak goreng dengan nilai keekonomian yang berlaku di pasar global.

"Saat ini sedang proses pencabutan," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan saat dihubungi merdeka.com.

[bim]

Baca juga:
Jelang Ramadan, Ketua DPR Minta Pemerintah Atasi Masalah Minyak Goreng Secepatnya
YLKI Nilai Pemerintah Seharusnya Selesaikan Masalah Pasokan Minyak Goreng Premium
Kejati DKI Selidiki Dugaan Mafia Minyak Goreng Libatkan Sejumlah Perusahaan
Sambangi Pasar Bantar Gebang, Kapolri Cek Ketersediaan Minyak Goreng
Minyak Goreng Kemasan Tak Lagi Murah, Ikuti Harga Pasar
Akhirnya Presiden Jokowi Turun Gunung Tangani Minyak Goreng Langka dan Mahal
Asosiasi Harap Indonesia Tak Lagi Pakai Minyak Goreng Curah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini