Ibu Kota Pindah, Bank Dunia Sebut Jakarta Bisa Bertransformasi jadi Los Angeles

Kamis, 3 Oktober 2019 16:16 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ibu Kota Pindah, Bank Dunia Sebut Jakarta Bisa Bertransformasi jadi Los Angeles Kepala Ekonom Bank Dunia, Frederico Gil Sander. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Ekonom Bank Dunia, Frederico Gil Sander menilai pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan akan membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman dan layak huni. Bahkan, Jakarta disebut bisa bertransformasi menjadi kota sekelas Los Angeles (LA).

"Jakarta dapat menjadi kota yang lebih layak huni," kata dia dalam acara peluncuran Laporan Urbanisasi di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (3/10).

Selepas tak lagi menyandang status sebagai Ibu Kota, Jakarta akan sepenuhnya menjadi pusat bisnis. Sebab, segala aktivitas pemerintahan akan dipindah ke Ibu Kota baru, yakni di Kalimantan Timur tepatnya Penajam Paser Utara dan Kukar.

Dia mengungkapkan, polusi udara di Jakarta dapat menurun jika status Ibu Kota sudah pindah ke Kalimantan. Seperti yang pernah terjadi di beberapa kota besar lainnya di dunia.

Selain itu, lapangan kerja yang tersedia juga akan menjadi lebih banyak. Dengan ditunjang oleh akses transportasi publik yang semakin banyak.

Dengan demikian dia berharap Jakarta dapat menjadi lebih nyaman untuk ditinggali.

"Los Angeles memiliki udara yang sangat terpolusi di masa lalu tetapi dengan menambah konektivitas yang lebih baik ke pekerjaan, lebih banyak transport publik akan memiliki lebih baik untuk masyarakat," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi Pastikan Ibu Kota Pindah

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo telah menetapkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai ibu kota baru.

Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf menyebutkan dengan bertranformasinya Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis maka kota tersebut akan menjadi New York nya Indonesia. Seperti diketahui, New York merupakan kota pusat ekonomi dan bisnis di Amerika Serikat (AS), sementara Ibu Kota yang merupakan pusat pemerintahan berada di Washington DC.

"Nanti Jakarta akan kehilangan beban, akan membuat kita semakin dinamis. Jakarta itu akan menjadi seperti New York ,seperti Sydney," kata dia, saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (27/8).

Oleh karena itu, dia menegaskan pemindahan Ibu Kota jangan dipandang negatif. Sebab yang pindah hanya aktivitas pemerintahan saja. Meski ada kehidupan lain yang ikut pindah kesana. Sehingga ada pembangunan lain yang tentu akan dibangun juga di sana misalnya pusat perbelanjaan.

"Sebenarnya gini, kalau pusat pemerintahan gak usah terlalu dipusingin lah. pusat pemerintahan pusat kantor - kantor (yang pindah)," ujarnya.

"Di Kaltim mah hanya kantor - kantor nanti," dia menambahkan.

Selain itu, dia mengingatkan bahwasanya proses pemindahan Ibu Kota tidak lah instan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk betul-betul memindahkan seluruh aktivitas pemerintahan ke tempat baru.

Dia mencontohkan beberapa negara yang juga melakukan pemindahan Ibu Kota, sebut saja Malaysia yang memindahkan Ibu Kota nya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya.

"Mindahin Ibu Kota tuh gak akan cepat. Paling cepat 3 sampai 5 tahun masih berkembang. Inget Putrajaya. Bahkan kalau gak salah Canbera itu 30 tahun pindah dari Sydney dan di Amerika tuh pindah terus setiap 2 tahun dulu di awal-awal tuh sebelum akhirnya dipindahin ke Washington DC," tutupnya. [idr]

Baca juga:
Pembebasan Lahan Ibu Kota Baru Terganjal Status Kawasan Hutan
KLHK Tangkap Penambang Batubara Ilegal di Kawasan Ibu Kota Baru
Ibu Kota Baru Tak Punya Mal?
Pemerintah Ingin Ibu Kota Baru Jadi Pilihan Tempat Tinggal Individu Unggulan Dunia
Laporan Pansus Pemindahan Ibu Kota Tak Dibacakan, Anggota Dewan Protes
Rekomendasi Pansus, DPR Minta Pemerintah Perdalam Kajian Rencana Pemindahan Ibu Kota

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini