Harga Pertamax Turun Jadi Rp13.900 per Liter Mulai Sabtu 1 Oktober 2022

Sabtu, 1 Oktober 2022 09:16 Reporter : Sulaeman
Harga Pertamax Turun Jadi Rp13.900 per Liter Mulai Sabtu 1 Oktober 2022 SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menurunkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax sebesar Rp600 per liter mulai 1 Oktober 2022. Kini harga BBM dengan kandungan angka oktane riset (RON) 92 itu dijual Rp13.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Harga baru ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta. Sementara wilayah lainnya akan mengalami penyesuaian harga yang berbeda-beda.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan bahwa harga BBM non subsidi akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

"Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM non subsidi akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya. Berdasarkan perhitungan, pada periode September lalu untuk produk Gasoline (bensin) yakni Pertamax Series mengalami penyesuaian turun harga," kata Irto dalam keterangannya, Sabtu (1/10).

Sebaliknya, untuk produk BBM jenis Dexlite dan Perta Dex justru mengalami kenaikan harga. Untuk Dexlite (CN 51), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp17.800 dan Perta Dex (CN 53) harganya menjadi Rp18.100 per liternya.

Harga ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.

"Seluruh harga baru ini sudah sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. Pertamina juga terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif diseluruh wilayah Indonesia," lanjut Irto

2 dari 2 halaman

Alasan Perbedaan Penyesuaian

Mengenai adanya perbedaan penyesuaian harga pada produk Pertamax Series dan Dex Series, Irto menjelaskan bahwa hal ini diakibatkan oleh kondisi energi global, salah satunya adalah geopolitik di Eropa Timur.

Kondisi ini menyebabkan tingginya permintaan produk bahan bakar gas di seluruh dunia, dan salah satu substitusi produk bahan bakar gas adalah bahan bakar diesel yang harganya mengacu kepada MOPS Kerosene.

"MOPS Kerosene ini menjadi acuan harga untuk bahan baku produk diesel. Tingginya permintaan dan terbatasnya bahan baku membuat harganya menjadi tetap tinggi, meskipun harga minyak dunia trennya menurun," tukasnya. 

 [idr]

Baca juga:
Siap-Siap Tarif Penyeberangan ASDP Naik Mulai 1 Oktober 2022, Ini Rinciannya
CEK FAKTA: Hoaks, Video Jokowi Melarikan Diri Saat Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Jokowi: Harga BBM Negara Lain Capai Rp32.000 per Liter
Harga Rumah Subsidi Stagnan Selama 3 Tahun, Ini Alasannya
Terungkap, Ini Alasan Warga Beralih ke Revvo 89 Walau Lebih Mahal dari Pertalite
Mengenal SPBU Vivo yang Naikkan Harga BBM Ron 89 Jadi Rp11.600 per Liter
Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Capai 95,9 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini