Genjot Literasi Keuangan Syariah, Pemerintah Luncurkan Program Baru Gandeng Pesantren

Selasa, 28 Juli 2020 21:52 Reporter : Dwi Aditya Putra
Genjot Literasi Keuangan Syariah, Pemerintah Luncurkan Program Baru Gandeng Pesantren Airlangga Hartarto. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi meluncurkan implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren kepada 170 pondok binaan BRI Syariah. Adapun peresmian tersebut dilakukan secata virtual yang juga dihadiri Direktur Bisnis Komersial BRI Syariah, Kokok Alun Akbar.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren secara resmi saya luncurkan," kata Menko Airlangga dalam peluncuran, di Jakarta, Selasa (28/7).

Menko Airlangga berharap melalui implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren dapat mendukung optimalisasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Khususnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

"Implementasi ekosistem bertujuan untuk mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah serta pemberdayaan ekonomi pesantren hingga masyarakat dengan sasaran penerima manfaat meliputi civitas pondok pesantren dan masyarakat di sekitar pondok pesantren," kata dia.

Mantan Menteri Perindustrian ini mengatakan, implementasi kegiatan ini juga berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019. Di mana, pesantren memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan dakwah hingga pemberdayaan masyarakat.

1 dari 1 halaman

Layanan dalam Program

program

Berkenaan dengan potensi tersebut, Kemenko Perekonomian beserta Sekretariat Wakil Presiden, Bank Indonesia, OJK, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, KL terkait, serta lembaga keuangan syariah telah meluncurkan program implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren. Diantaranya yakni menggandeng Pondok Pesantren KH Aqil Siroj Kempek Cirebon dan Pondok Pesantren Ashayadi Solo.

Adapun implementasi pengembangan ekonomi syariah berbasis pondok pesantren antara lain meliputi layanan keuangan syariah yang terintegrasi dengan unit pengumpul zakat dan halal sentral pondok pesantren. Kemudian sistem pembayaran integrasi syariah pada pondok pesantren dan lingkungan masyarakat, seperti juga keuangan dan berbasis digital seperti kartu santri digital dan metode pembayaran melalui QRIS.

Kemudian jug melalui penerapan kartu-kartu digital. Ini merupakan contoh adaptasi kebiasaan baru dan metode cashless ini dapat mendukung pengurangan potensi penyebaran covid melalui uang kertas.

"Oleh karena itu kegiatan-kegiatan baik itu online maupun offline seperti pembiayaan syariah bagi UMKM binaan pondok pesantren yang selama ini terjadi dalam situasi covid-19 melalui digital," tandas dia.

[bim]

Baca juga:
Meski Miliki Penduduk Muslim Besar, Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Masih Rendah
BRI Syariah Gandeng 170 Pondok Pesantren Genjot Keuangan Syariah di Indonesia
BI Imbau Pelaku Ekonomi Syariah Perkuat Kolaborasi Hingga Pemanfaatan Teknologi
Sri Mulyani Minta Perbankan Syariah Waspadai Risiko Pembiayaan Bermasalah
Sri Mulyani: Industri Keuangan Syariah Tak Luput dari Dampak Covid-19
Wapres Dorong Fungsi Masjid Ditingkatkan untuk Perkuat Ekonomi Umat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini