Ekspor-impor, kapal nasional ingin segera dapat prioritas
Merdeka.com - Indonesian National Shipowners Association (INSA) mendorong pemerintah segera merealisasikan beyond cabotage secara menyeluruh. Program tersebut dinilai bakal berdampak positif terhadap ekonomi nasional.
"Terutama untuk menahan arus keluarnya devisa negara ke luar negeri,” kata Ketua Unum INSA Carmelita Hartoto dalam keterangan resminya, Senin (25/7).
Carmelita mengungkapkan beyond cabotage saat ini berada pada tahap pencatatan nilai ekspor dalam bentuk cost, insurance and freight (CIF).
Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan bersama instansi pemerintahan lainnya berupaya mengimplementasikan beyond cabotage secara bertahap. Ini termasuk mengusulkan adanya insentif bagi pemilik barang yang menggunakan kapal nasional untuk perdagangan luar negeri.
"Upaya-upaya yang dilakukan harus terus didukung, sehingga program beyond cabotage dapat segera terealisasi."
Beyond cabotage merupakan kegiatan pengangkutan ekspor-impor menggunakan kapal berbendera Indonesia. Dioperasikan perusahaan pelayaran nasional dan diawaki oleh orang Indonesia.
Program tersebut saat ini telah melewati proses panjang sebagai kelanjutan dari asas cabotage yang telah sukses mendongkrak pertumbuhan jumlah kapal nasional. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya